PGI Diminta Jadi Mitra Kritis Bagi Pemerintah

Sekum PGI terpilih Pdt. Jacky Manuputty didampingi Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom Periode 2019-2024 menyampaikan sambutan pada ibadah penutupan SR-PGI, Rabu, (13/11).

Waingapu-Sumba Timur, www.sinodegmit.or.id, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Thomas Penturi, berharap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang saat ini beranggotakan 91 sinode menjadi minta strategis dan kritis bagi pemerintah.

“Melaksanakan tugas dan fungsi MPH PGI dalam mengimplementasikan dokumen keesaan gereja yang telah digagas dan dirumuskan cukup lama, kami berharap PGI mengambil posisi tidak hanya sebagai mitra strategis sinergik tetapi juga mitra kritis bagi pemerintah,” demikian pernyataan Thomas Penturi mewakili Menteri Agama saat menyampaikan sambutan pada penutupan Sidang Raya XVII PGI, Rabu, (13/11) di Gedung MPL Huma Mbay.

Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Thomas Penturi, menyampaikan sambutan pada penutupan SR XVII PGI.

Penturi juga meminta MPH PGI periode 2019-2024 yang diketuai Pdt. Gomar Gultom, agar menyumbangkan pemikiran yang berperspektif regulatif bagi pemerintah di tengah banyaknya tantangan yang dialami umat Kristen di Indonesia,

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana SR XVII PGI, drh. Yohanis Praing, dalam laporannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PGI untuk menyelenggarakan pesta iman ini sekaligus meminta MPH PGI yang baru saja terpilih agar memberi perhatian pada persoalan kemiskinan di Sumba.

“Kepada Pak Gomar dan jajaran MPH yang terpilih, selaku tuan dan nyonya rumah pelaksanaan SR ini, semua masyarakat Sumba menyambutmu dengan sukacita baik yang berpunya maupun yang tidak berpunya. Realitas masyarakat Sumba familiar dengan kemiskinan. Bagi si miskin, yang tersisa dari dirinya adalah harga diri. Mereka telah memberikan yang terbaik dari apa yang mereka miliki, kini mereka menanti dalam diam apa yang terbaik dari Bapak,” pesan Praing.

SR XVII PGI 2019 yang berlangsung dari 8-13 November, didahului dengan Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG) di Tambolaka dan Pertemuan Raya Pemuda Gereja (PRPG), di Waikabubak 2-5 November dilanjutkan dengan Sidang MPH dan MPL di Lewa 6-7 November. Sidang sepanjang 12 hari tersebut menghabiskan anggaran sebesar 8,3 Milyar. Peserta SR berasal dari 90 sinode yang berjumlah sekitar 1.500 orang baik dari dalam maupun luar negeri. Sedangkan acara pembukaan melibatkan sekitar 17 ribu orang.

Suasana SR XVII PGI di Gedung MPL Huma Mbay-Waingapu

Mantan Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Hendriette Hutabarat-Lebang dan Sekretaris Umum PGI terpilih Pdt. Jacky Manuputty juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemda dan masyarakat Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya dan Sumba Barat, atas terselenggaranya SR-PGI dimaksud.

“Terima kasih untuk pembelajaran dari masyarakat Sumba terutama penghayatan tentang Allah sebagai Penenun yang agung dari gerakan oikumene. Atas mandat yang diberikan kepada kami, kami mohon topangan, doa, semangat dari semua gereja, dan mitra untuk mengembangkan gerakan oikumene di tengah panggilan bangsa dan negara,” katanya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.