Presiden Jokowi Ajak Gereja Bangun SDM Generasi Muda dan Bentengi Mereka dari Radikalisme

Pemukulan gong oleh Menkumham, Yasona Laoly, menandai pembukaan SR XVII PGI, Jumat, (8/11) di Purukambera, Sumba Timur.

Waingapu-Sumba Timur, www.sinodegmit.or.id, Membuka Sidang Raya (SR) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) XVII, Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya yang dibacakan Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly, mengajak gereja-gereja di Indonesia agar memberi perhatian pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda.

“Sebagai warga bangsa Indonesia kami meminta gereja menyiapkan diri dalam menghadapi era yang semakin ketat. Pertarungan ke depan bukan siapa yang besar dan siapa yang kecil tapi siapa yang tercepat. Tercepat menangkap setiap peluang yang ada. … Oleh karenanya gereja harus merespon dan menyiapkan warganya terutama generasi mudanya menangkap peluang-peluang tersebut.” Demikian pesan Presiden Jokowi yang dibacakan Yasona Laoly, saat membuka SR-PGI XVII yang berlangsung di Purukambara, Waingapu-Sumba Timur, Jumat, (8/11).

Menurut Jokowi, tahun 2020-2024 Indonesia berada pada puncak bonus demografi usia produktif generasi muda oleh karena itu gereja harus menggalang kekuatan-kekuatan SDM melalui lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan.

“Lembaga pendidikan harus kita dukung. Gereja harus menggalang kekuatan-kekuatan SDM-nya, lembaga-lembaga pendidikannya, lembaga-lembaga pelatihannya, merespon tantangan zaman ke depannya.”

Ribuan jemaat dan peserta SR XVII PGI mengikuti kebaktian pembukaan.

Guna mendukung peningkatan kualitas SDM masyarakat Indonesia, Presiden mengatakan akan menaikan anggaran pendidikan.

“Anggaran negara akan diberikan porsi yang besar untuk meningkatan SDM, maka anak-anak gereja harus menangkap peluang-peluang tersebut agar menjadi anak-anak gereja yang unggul di masa depan.”

Selain isu SDM melalui bidang pendidikan dan keterampilan, Jokowi juga meminta gereja hadir dalam upaya membentengi generasi muda dari ideologi radikalisme.

“Ancaman terhadap ideologi Pancasila melalui radikalisme, ekstrimisme, dan lain-lain adalah tantangan-tantangan kita ke depan, maka gereja juga harus hadir membentengi republik Indonesia dari ancaman ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila sebagai filosofi bangsa Indonesia.”

Untuk itu ia meminta gereja ikut menjaga dan menggelorakan warisan budaya yang saling menghormati, saling bergotong royong dan bahu membahu membangun bangsa agar tidak tergerus oleh tantangan perubahan dunia.

Diakhir sambutannya ia mengucapkan selamat kepada seluruh pimpinan gereja dan seluruh peserta sidang dan berharap SR PGI XVII ini menghasilkan program-program yang dapat membantu pemerintah menggumuli dan merespon tantangan yang dihadapi bangsa.

Selain Menkumham, hadir pula dalam acara pembukaan ini sejumlah pejabat antara lain, Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Ketua DPRD NTT Emy Nomleni, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *