Ribuan Anggota Persekutuan Doa GMIT Hadiri HUT Gerakan Kebangunan Rohani ke-54

Soe-TTS, www.sinodegmit.or.id, Sekitar 10 ribu anggota Persekutuan Doa GMIT yang berasal dari 624 Persekutuan Doa di daratan Timor mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Kebangunan Rohani (GKR) ke-54 yang digelar Yayasan Utus SoE sejak 22-26 September 2019 di SoE.

GKR pertama kali muncul pada tahun 1965 di SoE yang ditandai dengan beberapa peristiwa yang diyakini sebagai mujizat Tuhan di mana sejumlah orang mendapat rupa-rupa karunia yang mendorong mereka untuk mengadakan perjalanan penginjilan ke berbagai tempat.

Yakoba Taopan (64), warga Jemaat GMIT Maranatha SoE salah satu saksi hidup pada masa itu mengenang peristiwa itu sebagai peristiwa yang sangat luar biasa.

“Saya masih kelas 2 SD ketika Gerakan Roh muncul di SoE. Itu peristiwa yang luar biasa. Kami menyaksikan kuasa Tuhan yang hebat. Walaupun masih kecil, saya ikut dalam rombongan penginjilan, dan saya menyaksikan orang-orang suanggi bertobat dan menerima Tuhan Yesus,” kata Yakoba.

Perayaan tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan antara lain: Seminar dan Kebaktian Penyegaran Iman Anak dan Dewasa. Panitia mengundang pembicara dari Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Jakarta, Kalimantan, Sumatra dan Papua. Selain itu ada pula kegiatan wisata rohani dan pawai keliling kota SoE.

Pada acara penutupan yang digelar di GOR Nekmese SoE, Kamis, (26/9), pukul 18.00 hingga 22.00 WITA, tampak ribuan warga memadati seluruh area tribun.

Melalui suara gembala pada kebaktian penutupan tersebut, Ketua MS GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon meminta seluruh anggota persekutuan doa GMIT agar terus menjaga nyala api Roh Kudus yang memberi semangat untuk melayani dan membakar kuasa-kuasa dosa.

“Kepada para hamba Tuhan, pimpinan-pimpinan Persekutuan Doa mari kita jaga terus nyala api Tuhan yang menghangatkan hati kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama, mencintai pelayanan dan membakar kuasa-kuasa dosa,” kata Pdt. Mery.

Di hadapan Ketua DPRD NTT, Ir. Emy Nomleni dan Asisten 3 Kab. TTS, Drs. Maksi Oematan, Ketua MS GMIT juga mengingatkan pemerintah daerah dan seluruh warga GMIT untuk bersama-sama menanggulangi bermacam persoalan sosial di kabupaten TTS dan NTT umumnya seperti pendidikan, kesehatan, kemiskinan dan kekeringan. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.