Sebelas Pendeta GMIT diEmeritasi

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Sebelas pendeta GMIT yang telah memasuki usia 60 tahun menjalani masa emeritasi. Kebaktian emeritasi berlangsung di Jemaat Bukit Sion Naikolan, klasis Kota Kupang.

Sebelas pendeta tersebut antara lain: Pdt. Chritiana Stefani Vora Lada-Messakh, S.Th, Pdt. Musa Gabriel Mabilehi, Sm.Th, Pdt. Efraim Singamau, S.Th, Pdt. Bastiana Leopenu-Foekh, Sm.Th, Pdt. Ricky Ratu Edo, S.Th, Pdt. Johan Akulain, Pdt. Agustina Padak-Djawa Udju, Sm.Th, Pdt. Anneke Welly de Haan-Touselak, Sm.Th, Pdt. Katji Franlini Naat-Tanu, Sm.Th, Pdt. Karel Lobo, S.Th, dan Pdt. Nudub Jermia Liufeto, S.Th.

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon pada kesempatan ini mengatakan emeritasi adalah peristiwa ucapan syukur atas kebaikan Tuhan dalam sejarah pelayanan para pendeta yang sarat dengan berbagai pengalaman susah dan senang sekaligus moment refleksi untuk melihat tapak-tapak pelayanan Gereja di masa lalu hingga kini. Ia mengajak seluruh jemaat dan para pendeta GMIT untuk belajar dari keberhasihan dan kegagalan para emeritus. Menurutnya gereja sebagai individu, persekutuan ataupun lembaga tidaklah sempurna. Namun pada saat yang sama Gereja dipanggil oleh Allah untuk berkarya dalam sejarah keselamatan dan pembaharuan.

“Kita belajar dari keberhasilan seorang pendeta tetapi juga dari kegagalan-kegagalannya. Setiap Minggu kita berdiri dan mengaku bahwa gereja itu satu, kudus, am dan rasuli. Namun banyak kali kita gagal menjadi ekklesia yang sejati. Kita banyak kali gagal menjadi gereja yang bersatu dalam keragaman, hidup kudus dan takut akan Tuhan. Kita melarikan diri dari pengutusan ke tengah-tengah dunia yang penuh resiko dan bahaya. Kita memilih berada di ruang aman untuk melindungi diri dari berbagai tantangan dan kesukaran. Kita enggan bertobat dari kejatuhan dan keberdosaan, beriman kepada Allah yang terus-menerus berkarya dalam sejarah keselamatan dan pembaharuan. Kita terus dipanggil sebagai gereja, memurnikan iman, memantapkan langkah dan daya sebagai pribadi dan gereja,” demikian suara gembala Pdt. Mery pada kebaktian emeritasi Minggu, (8/9) pukul 8.00 pagi.

Pada kesempatan yang sama Pdt. Chritiana Stefani Vora Lada-Messakh, S.Th, mewakili para pendeta emeritus menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan yang membimbing menyertai dan memberkati ziarah pelayanan mereka. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jemaat GMIT yang telah memberikan hati untuk melayani bersama-sama.

Walikota Kupang yang diwakili oleh Asisten III, Ir. John Pelt dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada GMIT atas kontribusinya melalui pelayanan para pendeta baik dibidang pembinaan karakter, iman dan pembangunan sumber daya manusia khususnya di Kota Kupang. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.