Tabis 7 Pendeta, Total Pendeta GMIT 1.474 Orang

Penahbisan Pendeta di Jemaat Ebenhaezer Aijoka-klasis TTU, Minggu, (10/10)

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Oktober dan November 2021, Majelis Sinode GMIT menahbiskan 7 orang vikaris ke dalam jabatan pendeta. Penahbisan ini menambah jumlah personil pendeta GMIT menjadi 1.474 orang.

Dari jumlah tersebut sebanyak 1.297 pendeta melayani di 2.624 jemaat lokal dan sisanya melayani di kantor Majelis Sinode, kantor Majelis Klasis dan lembaga mitra seperti di rumah sakit, universitas, lapas, yayasan, dll.

Dari segi komposisi gender, pendeta laki-laki lebih sedikit jumlahnya yakni 485 orang atau 32,91% dan perempuan sebanyak 989 orang atau 67,09%. Tidak heran, pendeta perempuan turut melayani di wilayah-wilayah pelayanan GMIT yang bermedan sulit.

Di Klasis Amanatun Utara misalnya, satu pendeta melayani 8 mata jemaat dan 1 pos pelayanan yang menyebar di satu kecamatan.

Kendati didominasi pendeta perempuan, kepemimpinan di lingkup klasis masih ‘dikuasai’ oleh pendeta laki-laki.

Dari 52 klasis di GMIT, sebanyak 38 orang atau 73,07% Ketua Majelis Klasis (KMK) terdiri dari laki-laki dan hanya 14 atau 26,93% KMK adalah perempuan. Walaupun kecil, jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah kepemimpinan pendeta perempuan di lingkup klasis.

Padahal, dari total 52 klasis, hanya 3 klasis yang jumlah pendeta laki-lakinya lebih banyak. Itu pun kelebihannya hanya 1 atau 2 orang. Sedangkan sisanya 49 klasis didominasi oleh pendeta perempuan.

Terkait penahbisan, 7 orang yang ditahbis pada Oktober dan November 2021 adalah: Frangkly K. Lewalaking, S.Th, (ditempatkan di Klasis TTU), Desy Kolsasi, S.Th, (Ndao-Rote Barat) Susana Y. Tapikab, S.Th, M.Pd, Meta Ivoni Magang Sau, S.Th., M.Si., Dian C. Pisdon, S.Th, MA. Sarci Beli, S.Th (Alor Timur) dan Delila Y. R. Saikoko, S.Th., (Mollo Barat).

Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th., saat menyampaikan suara gembala pada penahbisan Pdt. Frangky K. Lewalaking di Jemaat Ebenhaezer Aijoka-klasis TTU, Minggu, (10/10), berharap melalui kehadiran pendeta di jemaat, anggota-anggota GMIT didampingi agar bertumbuh dalam iman serta mampu merawat dan mengelola persekutuan dengan baik.  

Namun, pada saat yang sama lanjut Pdt. Yusuf, keluarga pendeta harus menjadi teladan bagi jemaat.

Penahbisan Pendeta di Jemaat Imanuel Lendeiki-Ndao

Memaknai tugas perdana di Jemaat Imanuel Lendeiki, Pulau Ndao, Klasis Rote Barat, Pdt. Desy Kolsasi, S.Th, mengaku betah dan senang melayani di pulau kecil berukuran 5,7 km X 1 km ini.

“Awalnya saya kuatir sebab kami punya dua anak masing-masing 4 dan 2 tahun. Ternyata di pulau Ndao sudah ada Puskesmas dan dokter. Jadi, Tuhan sudah lebih dahulu bekerja mengatasi kekuatiran kami dan kami rasa senang melayani di sini.”

Sementara itu 5 orang lainnya yakni: Susana Y. Tapikab, S.Th, M.Pd, Meta Ivoni Magang Sau, S.Th., M.Si., Dian C. Pisdon, S.Th, MA., Sarci Beli, S.Th., akan ditahbiskan di Jemaat Syalom Salimana klasis Alor Timur pada Minggu, 24 Oktober dan Delila Y. R. Saikoko, S.Th., akan ditahbiskan di Klasis Mollo Barat pada pertengahan November. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *