//Konven Pendeta GMIT Teritori Kupang Daratan dan Semau Digelar di Nekamese, Perkuat Panggilan dan Pelayanan Transformatif

Konven Pendeta GMIT Teritori Kupang Daratan dan Semau Digelar di Nekamese, Perkuat Panggilan dan Pelayanan Transformatif

Kupang, www.sinodegmit.or.id, Sekolah Lapang Nekamese, Klasis Kupang Barat, menjadi lokasi pelaksanaan Konven Pendeta GMIT Teritori Kupang Daratan dan Semau yang berlangsung pada 22–24 September 2026. Kegiatan yang dihadiri 630 pendeta dari 17 klasis ini mengangkat tema “Meneguhkan Panggilan, Merawat Kebersamaan, Menghidupi Pelayanan Transformatif” sebagai wadah pembaruan rohani dan konsolidasi pelayanan gerejawi.

Turut hadir dalam pembukaan forum tersebut jajaran Majelis Sinode Harian (MSH) GMIT, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Bupati Kupang Yosef Lede, pejabat OPD Kabupaten Kupang, serta para Ketua Majelis Klasis.

Dalam suara gembalanya, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, menekankan makna mendalam dari conventus sebagai sebuah mountain moment bagi para pelayan gerejawi. Menurutnya, panggilan Tuhan merupakan bentuk respons imani, bukan hasil negosiasi atau kontrak, layaknya para murid yang diutus dalam keheningan. Momen berada di atas gunung tersebut menjadi ruang krusial untuk penajaman identitas, refleksi, serta pendalaman kuasa (exousia) dan otoritas yang bersumber dari Tuhan. Hal ini disampaikan sebagai teguran kritis agar para pelayan tidak terjebak dalam rutinitas kekuasaan yang berpotensi membesarkan ego pribadi di atas Kristus, atau terlalu sibuk dengan urusan struktural hingga mengabaikan kerentanan diri serta keheningan doa.

Pdt. Semuel juga mengimbau para peserta untuk menghentikan segala bentuk perselisihan, pengotakan berbasis suku, maupun eksklusivisme angkatan di lingkungan pelayanan. Kebersamaan di puncak mountain moment tersebut pada akhirnya bertujuan menyiapkan para pelayan memasuki tahapan descending the mountain, yaitu kembali turun ke tengah-tengah jemaat guna menghidupi pelayanan nyata yang berdampak sosial.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dalam sambutannya menyampaikan bahwa konven bukan sekadar forum membahas agenda organisasi, melainkan momentum untuk meneguhkan panggilan, merawat kebersamaan, dan menghidupkan pelayanan yang transformatif.

“Pelayanan harus hadir di tengah pergumulan nyata masyarakat. Gereja tidak hanya menjadi tempat untuk beribadah, tetapi juga menjadi kekuatan moral dan sosial yang ikut menghadirkan solusi serta perubahan bagi kehidupan masyarakat,” tegas Johni Asadoma.

Ia mengajak para pelayan GMIT untuk memperkuat panggilan pelayanan, menjaga persatuan dan persaudaraan, serta mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat NTT, termasuk kemiskinan, stunting, keadilan sosial, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Ia berharap Konven Pendeta GMIT dapat menjadi ruang pembaruan rohani, konsolidasi pelayanan, serta melahirkan gagasan kreatif yang memberikan kontribusi bagi kemajuan gereja dan pembangunan daerah.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Kupang Yosef Lede, S.H., menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Pemerintah Kabupaten Kupang memandang gereja sebagai mitra krusial dalam pembentukan karakter, moral, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat setempat. Kehadiran para pendeta dalam konven ini diharapkan dapat menghasilkan pemikiran dan program pelayanan pastoral yang berdampak nyata bagi kesejahteraan jemaat dan pembangunan daerah,” ujar Yosef Lede.

Ia menekankan pentingnya semangat kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan wilayah, termasuk peningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di Kupang dan sekitarnya.

Sebagai wujud kemitraan, Pemerintah Kabupaten Kupang memberikan dukungan fasilitasi anggaran dan bantuan logistik, serta mengikutsertakan dinas-dinas terkait dan mitra gereja lainnya untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan konven diisi dengan pelbagai agenda strategis, antara lain diskusi panel bersama pemerintah daerah dan wakil rakyat, sharing pelayanan, sesi pemulihan rohani “When Shepherds Bleed”, survei cepat kesehatan mental pelayan, pemeriksaan kesehatan, dialog bersama DPD RI, hingga pameran inovasi pelayanan dari lembaga mitra dan malam keakraban.*