
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, – Penutupan Konven Pendeta se-Teritori Kupang Daratan dan Semau di Sekolah Lapangan Nekamese, Oemasi, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, pada Kamis (24/9/2026), menegaskan pentingnya wadah spiritual bagi para pelayan gereja. Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menyampaikan pesan kuat agar para pendeta menjadikan konven sebagai ruang pemulihan spiritual untuk menjawab berbagai dinamika pelayanan, sekaligus menjaga martabat lembaga di tengah pesatnya pertumbuhan jumlah pelayan.
Ibadah Penyegaran Iman yang dipimpin oleh Pdt. Joseph Anderias Manobe (Pdt. Yandi Manobe) menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Penutupan dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, Bendahara Sinode GMIT Pnt. Yefta Sanam, Bupati Kupang Yosep Lede, pejabat OPD, anggota DPRD Kabupaten Kupang, Camat Nekamese, serta 17 Ketua Majelis Klasis se-Teritori Kupang Daratan dan Semau, serta para peserta konven.
Dalam suara gembalanya, Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, menyoroti pertumbuhan jumlah pelayan GMIT yang kini mencapai 1.600 orang dan diproyeksikan segera menyentuh angka 2.000. Menurutnya, pertumbuhan ini membawa harapan sekaligus tantangan tersendiri, terutama terkait koinonia dan keterbatasan tempat pelayanan di jemaat.
“Kegiatan konven para pendeta diselenggarakan bukan sekadar untuk memenuhi tugas atau capaian administratif program sinode, melainkan sebagai wadah resmi dan tepat untuk menjawab pergumulan serta dinamika pelayanan,” ujar Pdt. Saneb.
Ia juga mengimbau para pendeta untuk tidak menyampaikan keluh kesah pelayanan di media sosial karena media sosial merupakan ruang publik, bukan ruang pemulihan spiritual. Pdt. Saneb mengajak seluruh pelayan untuk senantiasa menjaga keutuhan dan martabat lembaga gereja tempat mereka mengabdi.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosep Lede menyambut baik pelaksanaan konven ini dan mengapresiasi kepercayaan Majelis Sinode GMIT. Ia menilainya sebagai bentuk berkat bagi daerah, serta mengusulkan agar kegiatan konven dan refleksi bersama ini dapat diselenggarakan setiap tahun dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kupang.
Dukungan dan apresiasi juga disampaikan oleh para peserta dan panitia. Ketua Majelis Klasis (KMK) Kota Kupang, Pdt. Delfiana K. Poyk-Snae, menyampaikan terima kasih kepada Majelis Sinode Harian GMIT, Pemkab Kupang, dan Majelis Klasis Kupang Barat atas dukungan moral maupun finansial. Ia berharap konven dapat menjadi agenda rutin dua tahun sekali untuk mempererat persekutuan.
Senada dengan hal tersebut, Pdt. Aleida Y. Salean-Sola mengapresiasi penyelenggaraan konven yang dinilai berhasil mempersatukan para pendeta dari berbagai rentang usia dan wilayah pelayanan. Semangat persaudaraan dan sinergi dari konven ini diharapkan dapat terus terbawa untuk memperkuat pelayanan di jemaat masing-masing.*











