//Usung Tema Pembaruan, Peringatan Air Berubah Menjadi Anggur 2026 Resmi Dibuka di SoE

Usung Tema Pembaruan, Peringatan Air Berubah Menjadi Anggur 2026 Resmi Dibuka di SoE

SOE, TTS, www.sinodegmit.or.id, — Rangkaian kegiatan Peringatan Air Berubah Menjadi Anggur Tahun 2026 resmi dibuka di Gereja GMIT Maranatha SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Kamis (24/9/2026). Perayaan yang berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (26/9/2026) ini dihadiri oleh 197 Persekutuan Doa yang tersebar di wilayah pelayanan TTS sebagai wadah memperkuat persekutuan dan spiritualitas di tengah tantangan zaman.

Pembukaan perayaan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi. Kegiatan gerejawi ini mengusung tema “Anggur Kristus Yang Memperbaharui” serta subtema “Kuasa Kasih Kristus Untuk Menjaga Persekutuan di Tengah Krisis Kehidupan” yang bersumber dari perikop Alkitab Yohanes 2:1–11 tentang mukjizat Yesus di Kana.

Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M. S. Karmany, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa peringatan ini diselenggarakan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum bagi umat untuk merefleksikan karya pemulihan Kristus di saat manusia menghadapi krisis sosial dan ekonomi.

“Rangkaian kegiatan Peringatan Air Berubah Menjadi Anggur Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat iman dan persekutuan jemaat. Peristiwa di Kana menjadi pengingat bahwa ketika manusia menghadapi keterbatasan, Kristus tetap hadir dan berkarya membawa pembaruan,” kata Pdt. Zimrat.

Ia menambahkan, perayaan ini diharapkan mampu mendorong jemaat agar menjadi komunitas yang tidak hanya berfokus pada ibadah ritual, melainkan aktif menghadirkan kasih, pengampunan, serta kepedulian nyata bagi sesama.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Klasis SoE, Pdt. Ketlyn Biaf Radja, menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh pengurus dan anggota Persekutuan Doa di wilayah Klasis SoE maupun se-Kabupaten TTS untuk terlibat aktif dalam seluruh agenda yang dijadwalkan.

“Kita memang bukan saksi mata mukjizat ini, tetapi kita imani bahwa roh dan kuasa mukjizat ini terus kita rasakan sampai hari ini. Membangun iman, membangun spiritualitas, membangun cinta kita terhadap pelayanan gereja,” ujar Pdt. Ketlyn.

Selama tiga hari pelaksanaan, panitia penyelenggara telah menyiapkan beragam agenda rohani dan pembinaan, meliputi seminar, ibadah penyegaran iman, panggung puji-pujian, kesaksian iman, pertunjukan pantomim, hingga ditutup dengan sakramen Perjamuan Kudus dan ibadah pengutusan jemaat.* (Kontributor: Yoszz)