//Majelis Sinode GMIT Tahbiskan Gedung Ibadah Jemaat Sesawi Leonboko Babuin

Majelis Sinode GMIT Tahbiskan Gedung Ibadah Jemaat Sesawi Leonboko Babuin

AMANUBAN TENGAH SELATAN, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menahbiskan gedung ibadah Jemaat Sesawi Leonboko Babuin, Klasis Amanuban Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Minggu (27/9/2026). Peresmian fasilitas peribadatan baru ini menjadi wujud syukur atas pertumbuhan iman dan pelayanan jemaat setempat.

Prosesi pentahbisan dihadiri oleh Wakil Sekretaris Sinode GMIT Pdt. Zimrat M. S. Karmany, Ketua Majelis Klasis (KMK) Amanuban Tengah Selatan Pdt. Thresnawati Saban, KMK Kota Kupang Pdt. Delfiana K. Poyck-Snae, para pendeta GMIT, jemaat setempat, serta jajaran pemerintah daerah, termasuk Camat Kolbano Dominggus E. Boimau, S.AP.

Rangkaian acara diawali tarian penyambutan, pembukaan selubung papan nama, penandatanganan prasasti, hingga pelepasan burung merpati. Selanjutnya dilakukan pengguntingan pita dan penyerahan kunci kepada koster untuk membuka pintu gereja, menandai dimulainya ibadah perdana yang dipimpin oleh Pdt. Delfiana K. Poyck-Snae.

Dalam suara gembalanya, Pdt. Zimrat M. S. Karmany menegaskan bahwa peresmian gereja secara alkitabiah harus menghadirkan sukacita yang berdampak nyata bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, keberadaan gedung ibadah tidak boleh sebatas bangunan fisik, melainkan harus memberi manfaat langsung bagi kehidupan warga.

“Peresmian yang alkitabiah adalah sukacita yang terdengar sampai jauh, bukan tersimpan di dalam saja. Maka setelah diresmikan, gedung ini harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan hanya diresmikan lalu diresapi debu,” ujar Pdt. Zimrat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa arti nama jemaat “Sesawi” mencerminkan iman yang tumbuh dari awal yang kecil dan sederhana menjadi naungan nyata. Gereja ini dipanggil untuk memberikan bantuan pendidikan, bimbingan, serta penghiburan bagi keluarga miskin, kaum muda, dan warga yang membutuhkan.

Sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penanda momen bersejarah tersebut, acara ditutup dengan aksi penanaman anakan pohon di area sekitar gedung gereja. *