
AMANUBAN SELATAN, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menahbiskan Gedung Ibadah Jemaat Efata Skau, Klasis Amanuban Selatan, pada Jumat (9/10/2026). Peristiwa bersejarah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pelayanan gereja sekaligus mendorong ruang pembinaan karakter bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Acara pentahbisan ini dihadiri oleh Ketua Majelis Klasis Amanuban Selatan, Pdt. Yorim Yosafat Kause, para pendeta se-Klasis Amanuban Selatan, Viktor Surya Agung Soetektjo selaku perwakilan dari Dipo Soekamto (donatur utama pembangunan gereja), serta segenap jemaat dan tamu undangan.
Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi, dalam suara gembalanya menegaskan pentingnya gereja membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Langkah ini dinilai krusial agar jangkauan pelayanan semakin luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Gedung Gereja Efata Skau tidak hanya menjadi tempat ibadah setiap hari Minggu, tetapi dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan iman, pengembangan talenta, dan kreativitas anak-anak serta generasi muda,” ujar Pdt. Lay.
Ia menambahkan, keberadaan fasilitas fisik tersebut harus diimbangi dengan pelayanan yang hidup, seperti kegiatan belajar musik, latihan menyanyi, serta program pembentukan karakter anak usia dini dan remaja.
Rangkaian acara peresmian diawali dengan tarian penyambutan serta natoni, tradisi tutur khas masyarakat Timor yang menyimbolkan penghormatan dan persaudaraan. Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama gereja, penandatanganan prasasti, pelepasan burung merpati, pengguntingan pita, hingga penyerahan kunci gedung gereja oleh Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi kepada koster untuk membuka pintu gereja. Selanjutnya kebaktian pentahbisan dipimpin oleh Pdt. Marlon P. Foeh.
Pada kesempatan tersebut, Viktor Surya Agung Soetektjo, selaku perwakilan dari Dipo Soekamto, berpesan agar seluruh jemaat senantiasa merawat dan menjaga fasilitas gedung yang baru dibangun tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“Tanggung jawab jemaat tidak berhenti pada perayaan pentahbisan. Gedung gereja yang telah dibangun perlu dipelihara bersama agar dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan ibadah dan pelayanan,” ungkap Viktor.
Dukungan tersebut turut diapresiasi oleh Pemerintah Desa Persiapan Saisana, Kecamatan Noebeba.*
Diinformasikan bahwa Dipo Soekamto (bersama Hana Soekamto dan Persekutuan Doa Haleluya Ministry Surabaya) merupakan donatur utama yang membiayai pembangunan gedung ibadah tersebut. Sebelumnya, beberapa gedung gereja di wilayah Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, juga dibangun berkat dukungan dana dari mereka.
Majelis Sinode GMIT menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para donatur atas kebaikan, kepedulian, dan dedikasi yang telah diberikan dalam mendukung pelayanan serta penyediaan sarana peribadatan bagi jemaat di wilayah tersebut. Semoga Tuhan senantiasa memberkati seluruh karya dan pelayanan para donatur. *











