
KUPANG, www.sinodegmit.or.id,– Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat, Klasis Kupang Tengah melalui Panitia Hari Raya Natal dan Tahun Baru menyalurkan bantuan diakonia kasih berupa pelunasan biaya komite bagi 90 siswa SD GMIT Manumuti, pada Rabu, 23 Januari 2026. Bantuan tersebut dialokasikan untuk menutupi dana komite siswa selama enam bulan ke depan guna mendukung kelancaran pendidikan di sekolah tersebut.
Ketua Panitia Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Yane Radja, menjelaskan bahwa pemberian diakonia ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan hari besar gerejawi. Selain menyasar siswa sekolah, bantuan serupa juga didistribusikan kepada jemaat di 7 wilayah (41 rayon) serta warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kupang.
“Kami berharap bantuan ini dapat memacu perkembangan mutu pendidikan di SD GMIT Manumuti,” ujar Yane dalam acara penyerahan yang dihadiri oleh Majelis Jemaat, orang tua, dan siswa.
Sekretaris Badan Pendidikan Sinode GMIT, Pdt. Yulius Mau Wadu, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, aksi nyata Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat sejalan dengan road map pendidikan GMIT, khususnya program Gerakan Jemaat Mendidik.
“Program ini mendorong jemaat untuk memberikan perhatian mandiri kepada sekolah-sekolah terdekat, baik melalui beasiswa, bantuan honor guru, maupun pemenuhan kebutuhan fasilitas sekolah. Jika satu jemaat tidak mampu, mereka dapat berkolaborasi dengan jemaat lain,” jelas Pdt. Yulius.
Ia berharap aksi ini menjadi inspirasi bagi jemaat-jemaat lain di lingkup GMIT.
Kepala Sekolah SD GMIT Manumuti, Yana Fansita Bella Taopan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian jemaat.
“Kami bersyukur kepada Tuhan karena Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk memberi perhatian bagi sekolah ini,” kata Yana.
Ia menyebut Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat telah lama menjadi mitra strategis sekolah dalam meningkatkan kualitas akademik siswa.
Sebelum bantuan biaya komite ini, jemaat tersebut telah melaksanakan program “Kakak Asuh” yang memberikan les tambahan bagi siswa. Fokus pembelajaran meliputi mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, serta bimbingan baca-tulis bagi siswa yang membutuhkan penanganan khusus.***











