
ROTE NDAO, www.sinodegmit.or.id, – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Persekutuan Doa (PD) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menggelar aksi pelayanan rohani dan sosial secara serentak di delapan titik yang tersebar di 8 Klasis se-Teritori Rote Ndao, Kamis (15/10/2026). Rangkaian kegiatan yang dikemas dalam Ibadah Penyegaran Iman (IPI) ini menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Ba’a, hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a.
Pelayanan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan iman bagi anak-anak, warga binaan pemasyarakatan, serta para pasien dan keluarga pasien yang membutuhkan dukungan spiritual.
Mendoakan Pasien di RSUD Ba’a
Pelayanan rohani di RSUD Ba’a menyasar para pasien di bangsal dewasa, anak-anak, hingga lima ibu di ruang bersalin. Tim PD GMIT melakukan kunjungan dan doa bersama manajemen rumah sakit untuk memberikan kekuatan batin bagi para pasien.
Menanggapi rangkaian pelayanan ini, Ketua UPP Profesional Majelis Sinode GMIT sekaligus Sekbid PI/PD dan Profesional, Pdt. Yulita Yusti Zina-Leromeny, menyatakan bahwa momentum seperempat abad ini mendorong PD GMIT menjadi wadah yang makin inklusif.
“Harapannya kunjungan dan pelayanan kasih seperti ini dapat terus diagendakan secara berkala oleh jemaat dan klasis. Kehadiran Persekutuan Doa tidak hanya eksklusif untuk kelompok sendiri, tetapi bertransformasi menjadi inklusif, terbuka, dan dirasakan nyata di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Pdt. Yulita.
Direktur RSUD Kabupaten Rote Ndao menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim pelayanan GMIT. Ia berharap dukungan spiritual ini mempercepat pemulihan fisik dan rohani para pasien.

Sentuh Dunia Pendidikan dan Generasi Muda
Di SD Negeri Oeteas, Kecamatan Lobalain, ibadah mengusung tema “Anak-anak Kasih: Tumbuh, Berakar, dan Mengasihi Sesama” yang dipimpin oleh Pdt. Lord Y. Baleta. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Majelis Klasis Lole, Pdt. Iswardy Y. S. Lay, bersama para guru dan siswa.
Melalui pendekatan interaktif dan ilustrasi sederhana, Pdt. Lord Baleta mengajak para siswa membangun kehidupan berlandaskan kasih serta tekun mempersiapkan masa depan. “Mari hidup dalam kasih sehingga penyertaan Allah senantiasa dalam kehidupan anak-anak kita ini. Anak-anak terus beribadah kepada Tuhan dan bersama guru serta orang tua mempersiapkan diri dan masa depan,” tegasnya.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan serentak di sejumlah sekolah lain yang tersebar dari Rote Barat, Rote Selatan, Ba’a, Rote Timur, hingga Rote Barat Daya, dan dipimpin oleh para Pendeta GMIT. Seluruh rangkaian pelayanan di sekolah-sekolah tersebut difokuskan pada pembinaan karakter, pendidikan anak, serta penanaman pemahaman untuk saling mengasihi sejak dini.

Dampingi Warga Binaan di Lapas Kelas III Ba’a
Di lokasi berbeda, sebanyak 72 peserta PD GMIT melaksanakan pelayanan rohani bagi warga binaan di Lapas Kelas III Ba’a. Pelayanan meliputi ibadah penyegaran rohani yang dipimpin Pdt. Grace Mooy, konseling kelompok berdasarkan kategori kasus, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Dalam khotbahnya, Pdt. Grace Mooy memberikan penguatan agar warga binaan memaknai masa pembinaan sebagai ruang pemulihan dan pembaruan hidup.
“Tuhan menunggu pertobatanmu dan pemulihanmu,” tegasnya di hadapan warga binaan dan jajaran pimpinan Lapas Ba’a.

Melalui sesi konseling, para relawan dan pendeta membuka ruang dialog mendengarkan pergumulan warga binaan untuk memberikan dorongan moral agar siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga binaan lapas.
Kegiatan diakhiri dengan IPI di Lapangan Ba’a yang dipimpin oleh Pdt. Sepy Hawu. Berlandaskan firman Tuhan dari Yohanes 3:13–18, ia menyampaikan pesan penting bahwa dalam perjalanan 25 tahun tugas pelayanannya membalut sesama, PD GMIT harus menyadari bahwa tanpa kehadiran Tuhan yang datang sebagai manusia, mereka tidak bisa bermegah atas pelayanan tersebut. PD GMIT diimbau untuk memberikan perhatian pada wujud nyata doa di tengah dunia yang penuh luka, dengan tetap menjadikan Yesus sebagai teladan sejati dalam kasih dan kerendahan hati. Hal ini penting agar PD GMIT tumbuh menjadi pribadi yang makin dewasa di dalam Tuhan, bukan dalam keakuan diri. (Kontributor: Ita Lero) *











