
ROTE NDAO, www.sinodegmit.or.id, — Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Persekutuan Doa Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) diwarnai dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman ratusan anakan mangrove di Pantai Deranitan, Desa Dolasi, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (14/10/2026). Kegiatan yang berlangsung tepat di belakang kompleks UPTD SD dan SMP N Satap Deranitan ini merupakan wujud komitmen iman seluruh anggota Persekutuan Doa GMIT untuk merawat alam ciptaan, mencegah abrasi, serta memulihkan ekosistem pesisir Rote Ndao.
Aksi penanaman mangrove ini dihadiri langsung oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Pulau Rote, para pendeta GMIT, serta peserta perayaan.
Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, menekankan bahwa kegiatan ini mencerminkan pergeseran paradigma pelayanan persekutuan doa dari fokus doa verbal menuju aksi nyata.
“Melalui perayaan HUT ke-25 ini, penanaman mangrove di Deranitan menegaskan bahwa tindakan melestarikan alam merupakan wujud doa yang nyata,” ujar Pdt. Saneb.
Ia menambahkan bahwa aksi ini selaras dengan visi oikonomia GMIT yang mengamanatkan seluruh jemaat aktif menjaga alam. Pada periode 2024–2027, GMIT menargetkan penanaman satu juta pohon sebagai respons terhadap tantangan krisis iklim global.
Sementara itu, Ketua UPP Profesional Majelis Sinode GMIT sekaligus Sekbid PI/PD dan Profesional, Pdt. Yulita Yusti Zina-Lero, menjelaskan alasan penentuan lokasi kegiatan di kawasan sekolah tersebut.
“Sesama ciptaan bukan hanya manusia, tetapi juga lingkungan alam yang membutuhkan perhatian. Kami memilih menanam di area SD dan SMP Deranitan karena lokasinya sangat rawan terhadap abrasi dan populasi mangrove di sana semakin berkurang,” tutur Pdt. Yulita.

Dalam pelaksanaannya, Tim Pelayanan PI/PD Sinode GMIT berkolaborasi dengan Pemkab Rote Ndao dan Lanal Pulau Rote. Sebanyak 300 anakan mangrove disediakan, di mana 100 di antaranya disokong oleh Lanal Rote Ndao. Personel TNI AL turut memfasilitasi pembuatan lubang tanam dan pemasangan kayu penopang di areal berlumpur tersebut.
Selanjutnya, proses perawatan dan pemantauan pertumbuhan mangrove diserahkan kepada para siswa sekolah setempat.
Melalui aksi kolaboratif ini, perayaan seperempat abad Persekutuan Doa GMIT diharapkan mampu menghadirkan pemulihan holistik, baik bagi manusia maupun alam sekitar. *











