
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) guna membahas rancangan Program Pelayanan Tahun 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Kantor Sinode GMIT, sejak Rabu hingga Kamis, 14–15 Januari 2026.
Agenda utama dalam koordinasi ini adalah membedah dan mematangkan rancangan program yang akan menjadi acuan pelayanan Majelis Sinode GMIT pada tahun 2026.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie dalam sapaannya menjelaskan bahwa Rakor kali ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah krusial dalam menyelaraskan program kerja dengan visi misi organisasi.
“Rakor ini dilihat sebagai pekerjaan untuk menyentuh mandat visi misi GMIT supaya terukur dan bisa dievaluasi secara jernih, karena kita sedang menyusun peta jalan kerja yang bisa dibaca, dijalankan dan dipertanggung jawabkan,” ujar Pdt. Semuel.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya percepatan implementasi Haluan Kebijaksanaan Umum Pelayanan (HKUP) Penguatan II, melaui kegiatan berbasis indikator dan dampak (outcome) yang jelas. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku kerja dan meningkatkan dampak pelayanan, dalam jiwa serta semangat kolaborasi antar Badan Pembantu Pelayanan Sinode (BPPS) dan Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Majelis Sinode GMIT.
Dalam Rakor ini, setiap BPPS dan UPPMS menyampaikan rancangan Program Pelayanan Tahun 2026 dengan anggarannya, kemudian mendapat masukan dan rekomendasi dari Majelis Sinode GMIT.
Ketua Badan Pengurangan Risiko Bencana (BPRB) Sinode GMIT, Pdt. Adi Amtaran, menjelaskan bahwa pihaknya melaksanakan mandat HKUP Periode 2024-2027 bidang Oikonomia, khususnya pada program strategis ke-10 yang berfokus pada peningkatan kapasitas GMIT dalam pengelolaan lingkungan hidup, Sumber Daya Alam (SDA), serta pengendalian risiko lingkungan. Dari total 10 indikator yang ditetapkan, Pdt. Adi membeberkan bahwa BPRB telah berhasil menuntaskan 6 indikator hingga tahun 2025. Sementara itu, 4 indikator sisanya ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Ia melanjutkan , perencanaan berbasis indikator ini sangat krusial agar setiap kegiatan BPRB memiliki dampak yang nyata dan dapat diukur bagi pelayanan GMIT
Rakor ini menghasilkan draf program pelayanan tahun 2026 nantinya akan dibahas dan disahkan dalam Sidang Majelis Sinode GMIT ke-54.
Hadir dalam Rakor tersebut Majelis Sinode GMIT, BPPS dan UPPMS GMIT.
Kegiatan ini diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Lukman S. Bahan. ***











