
ALOR, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode GMIT menahbiskan Gedung Ibadah Jemaat Elim Alaanglah di Klasis Alor Barat Laut, pada Kamis (5/11/2026). Acara yang dirangkai dengan peluncuran buku sejarah gereja dan peresmian pastori ini menandai tonggak sejarah baru bagi jemaat yang telah melalui perjalanan iman selama tiga dekade.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Sinode GMIT, PDt. Semuel B. Pandie, Bupati Alor, Iskandar Lakamau, anggota DPRD Provinsi NTT dan Kabupaten Alor, Forkopimda Alor, Camat Alor Barat Laut, Kappolsek Alor Barat Laut, para Ketua Majelis Klasis se-Tribuana, para Pendeta GMIT, Rektor UNTRIB, Jemaat setempat dan undangan lainnya.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, dalam khotbahnya berbicara tentang pembangunan bait Allah (gereja) yang dalam sejarah menuntut adanya ketulusan hidup, kesetiaan, serta kepercayaan penuh kepada Yesus—yang adalah Bait Allah sesungguhnya, yang mati, bangkit, dan hidup.
“Kalau saudara membangun rumah Tuhan, pada saat yang sama harus membangun perjanjian bahwa tubuhmu adalah Bait Allah. Ke mana engkau pergi, engkau membawa bait Allah dalam aktivitas dan tutur katamu. Itu perjanjian dengan Tuhan. Karena itu, hormati, jaga, dan imani,” kata Pdt. Semuel.
Ia berpesan kepada jemaat untuk terus bersaksi bagi dunia melalui pelayanan, persekutuan, dan ibadah, bahwa di sinilah mereka membangun rumah Tuhan untuk selama-lamanya.
Dalam laporan panitia, Obaja Bana mengungkapkan bahwa pembangunan gedung ibadah ini merefleksikan 30 tahun perjalanan iman jemaat sejak 1996 hingga 2026.
“Bukan sekadar membangun fisik, tapi membangun tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat untuk beribadah, membimbing generasi muda, serta menjadi pusat pelayanan yang dibangun dari keringat dan doa tulus,” ujarnya.

Rangkaian acara peresmian diwarnai dengan tarian adat, pengguntingan pita peresmian pastori oleh Ketua Sinode GMIT, pembukaan selubung papan nama gereja, penandatanganan prasasti, hingga pelepasan burung merpati. Bersamaan dengan itu, diluncurkan pula buku sejarah perjalanan iman jemaat berjudul ‘Menoleh ke Gunung Tuhan’.
Pendeta jemaat, Pdt. Medyatry A.Rafael, MTS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan sinergi warga gereja, pemerintah, serta para donatur hingga pembangunan rampung.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Alor melalui sambutan yang dibacakan Yustus Barabas Dopong Abora turut mengapresiasi kontribusi jemaat. Pemerintah menekankan pentingnya kemitraan strategis antara gereja dan pemerintah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat, penanganan kemiskinan, penurunan stunting, pelestarian lingkungan hidup, serta peningkatan pendidikan anak-anak. *











