/, Berita Hari Ini, Berita Pelayanan, Slide show/Pdt. Juliana Asraka-Nalle Masuki Masa Pensiun, Jemaat Imanuel Oenesu Gelar Ibadah Emeritasi Sekaligus Buka Bulan Lingkungan GMIT

Pdt. Juliana Asraka-Nalle Masuki Masa Pensiun, Jemaat Imanuel Oenesu Gelar Ibadah Emeritasi Sekaligus Buka Bulan Lingkungan GMIT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memberhentikan dengan hormat Pdt. Juliana Asraka-Nalle dari seluruh tugas dan tanggung jawab pelayanannya sebagai karyawan GMIT karena telah memasuki masa emeritasi. Prosesi ibadah emeritasi sekaligus dirangkaikan dengan pembukaan perayaan bulan lingkungan GMIT yang berlangsung di Jemaat Imanuel Oenesu, Klasis Kupang Barat, pada Minggu, 1 November 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie, Ketua Majelis Klasis Kupang Barat Pdt. Doddy Oktavianus, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan, serta unsur anggota DPRD, pemerintah daerah setempat, pimpinan instansi, dan para pendeta. Rangkaian kegiatan diawali penyambutan secara adat serta kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Petrus Tameno bersama para pendeta rayon 3 Klasis Kupang Barat.

Dalam suara gembalanya, Pdt. Semuel B. Pandie menekankan bahwa tugas utama seorang pelayan atau pendeta adalah menjadi pengantara yang menerjemahkan segala pergumulan hidup yang berat di tengah jemaat menjadi lebih ringan dan sederhana. Ia mengingatkan pentingnya kembali pada fungsi pengantara yang sesungguhnya di tengah situasi modern, di mana peran tersebut kerap mulai diambil alih oleh teknologi dan algoritma digital.

“Terima kasih kepada Pdt. Juliana yang telah menjadi pengantara segala pergumulan jemaat selama masa melayani,” ujar Pdt. Semuel.

Selain momentum emeritasi, Pdt. Semuel juga memaparkan program gereja dalam rangka bulan lingkungan hidup yang menargetkan penanaman satu juta pohon. Hingga saat ini, gerakan tersebut telah mencapai 628.000 pohon dari berbagai komoditas produktif seperti asam, kelapa, kopi, rambutan, lengkeng, hingga durian di beberapa Klasis. Penanaman ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian alam, tetapi juga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Pdt. Juliana Asraka-Nalle lahir pada 11 September 1966 dan telah mendedikasikan masa pengabdiannya selama 30 tahun 3 bulan di berbagai wilayah pelayanan GMIT, meliputi Klasis Kupang Timur, Klasis Kupang Tengah, hingga enam tahun terakhir di Jemaat Imanuel Oenesu, Klasis Kupang Barat.

Dalam ungkapan hatinya, Pdt. Juliana menyampaikan apresiasi atas penyertaan Tuhan serta dukungan jemaat yang telah mendampinginya hingga masa emeritasi tiba.

“Ebenhaezer, sampai di sini Tuhan telah menolong kita semua. Terima kasih untuk doa dan dukungan jemaat-jemaat yang saya layani, dan saya memohon maaf untuk segala kesalahan yang dilakukan selama pelayanan,” ungkap Pdt. Juliana.

Untuk melanjutkan pelayanan di Jemaat Imanuel Oenesu, Majelis Sinode menempatkan Pdt. Mardniyani Kristin Luik-Messakh yang sebelumnya bertugas di Jemaat Via Dolorosa Nefo, Klasis Kupang Barat Dalam.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa hormat kepada Majelis Sinode serta Majelis Klasis Kupang Barat, sekaligus memohon dukungan dari seluruh jemaat agar dapat menjalankan tugas pelayanan dengan baik di tempat yang baru.

Jemaat Imanuel Oenesu memiliki 145 KK (554 jiwa) yang tersebar di 7 rayon pelayanan. *