//Perayaan HUT Ke-26 Klasis Pantar Timur: Memperkuat Ajaran, Tata Kelola, dan Kepedulian Lingkungan

Perayaan HUT Ke-26 Klasis Pantar Timur: Memperkuat Ajaran, Tata Kelola, dan Kepedulian Lingkungan

PANTAR-ALOR, www.sinodegmit.or.id, — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-26 Klasis Pantar Timur berlangsung dalam suasana penuh rasa syukur di Jemaat Ebenhaezer Daigawas, Kamis (1/10/2026). Momentum ulang tahun yang jatuh pada 20 Agustus tersebut mengusung tema “Berakar di dalam Pengajaran, Tertib dalam Berorganisasi, dan Bersyukur atas Penyertaan Tuhan”.

Kegiatan ini diawali dengan seminar tentang Pokok-Pokok Ajaran GMIT disampaikan oleh Ketua UPP Teologi MS GMIT, Pdt. Melki Ullu, sedangkan Peraturan Organisasi dan Administrasi GMIT dibawakan oleh Ketua BSTG Sinode GMIT, Pdt. Meksi Sniut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Ibadah Penyegaran Iman (IPI) yang dipimpin oleh Pdt. Markus Y. Leunupun. Mengacu pada teks Alkitab Kolose 2:6–7, Pdt. Markus menegaskan pentingnya persekutuan yang bertumbuh dalam tiga arah: berakar ke bawah dalam Kristus, meluas ke samping melalui hubungan harmonis dengan sesama dan alam ciptaan, serta bertumbuh ke atas lewat ketekunan beribadah dan berdoa.

Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M. S. Karmany, dalam suara gembalanya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dan kesatuan dalam pelayanan gereja, sekaligus menjadikan ajaran dan penataan administrasi sebagai pedoman nyata dalam kehidupan berjemaat.

“Jika penumpang berdiri di satu sisi hingga lebih berat sebelah, kapal akan kehilangan keseimbangan. Demikian pula pelayanan—semua elemen harus saling menjaga, saling mendukung, dan saling mendoakan agar persekutuan tetap stabil dan berjalan searah tujuan,” ujar Pdt. Zimrat.

Ia juga menitipkan tiga pesan utama bagi warga jemaat, yaitu menjaga akar ajaran GMIT hingga tingkat keluarga, merawat tata kelola administrasi dan keuangan yang transparan, serta menghasilkan buah pelayanan yang berdampak positif bagi pendidikan, ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, hingga pelestarian alam.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis (KMK) Pantar Timur, Pdt. Very C. Nenot’ek-Bang, memaparkan kilas balik perjalanan klasis sejak dibentuk pada 20 Agustus 2000. Beliau menyampaikan bahwa pertumbuhan pelayanan selama 26 tahun merupakan bentuk penyertaan Tuhan. Saat ini, Klasis Pantar Timur menaungi 31 jemaat (26 di antaranya bermata jemaat) dengan dukungan tenaga pelayan sebanyak 25 pendeta, 3 vikaris, dan 3 calon vikaris.

Puncak perayaan diisi dengan pemotongan kue ulang tahun bersama serta aksi penanaman anakan pohon kelapa secara simbolis oleh pimpinan Sinode GMIT, KMK Pantar Timur, pengkhotbah, dan unsur pemerintah setempat. Penanaman ini menjadi simbol komitmen pelestarian lingkungan hidup sekaligus menandai dimulainya Bulan Keluarga dan Lingkungan Hidup di wilayah GMIT.

Rangkaian acara HUT ke-26 ini turut dihadiri oleh Majelis Klasis Harian Pantar Timur, para Pendeta GMIT, pemerintah serta warga jemaat se-Klasis Pantar Timur. *