
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, – Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Efata Tanin Ri’in merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru pada Minggu (20/9/2026).
Momen bersejarah ini dihadiri oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, dan Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H, Ketua Majelis Klasis Amarasi Barat, Pdt. Doris Lopo Bois, jajaran pendeta GMIT, anggota DPRD Kabupaten Kupang, para tamu undangan, serta seluruh jemaat setempat. Puncak peringatan ulang tahun ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama.
Dalam khotbahnya berdasarkan Kitab Injil Yohanes 15:1-8, Pdt. Semuel B. Pandie menyoroti tantangan masyarakat modern. Ia menyampaikan bahwa kemajuan teknologi dan media sosial sering kali menghadirkan kenyataan yang bertolak belakang: manusia makin mudah terhubung di dunia maya, tetapi justru merasa makin terasing dan sulit memercayai sesama.
Menjawab tantangan tersebut, Pdt. Semuel menekankan pentingnya mentransformasi pola kepemimpinan di gereja maupun lembaga. Mengacu pada kiasan Yesus sebagai Pokok Anggur dan jemaat sebagai ranting-ranting-Nya, ia mengingatkan para pemimpin dan anggota untuk saling merendahkan hati, mau mendengarkan, serta terbuka terhadap evaluasi demi memulihkan kebersamaan. Selain itu, Firman Tuhan harus menjadi pedoman hidup bersama agar kekuatan organisasi tidak bergantung pada figur seseorang, melainkan pada nilai-nilai yang dihidupi bersama.
“Kekuatan persekutuan jemaat tidak diukur dari seberapa besar jumlahnya, melainkan dari seberapa dalam jemaat tinggal di dalam Kristus, seberapa sehat hubungan antarsesama, dan seberapa nyata kehidupan jemaat berbuah bagi orang lain,” pesan Pdt. Semuel.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Pnt. Melkisedek Bana, menjelaskan bahwa pembangunan gedung gereja baru ini bertujuan untuk menyediakan tempat ibadah yang layak dan nyaman, mendukung kelancaran pelayanan, serta menjadi pusat pembinaan iman bagi anak-anak, pemuda, hingga seluruh jemaat.
“Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ini sebesar Rp1.839.129.000,00. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak demi kelancaran proses pembangunan ini,” ujar Pnt. Melkisedek.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru yang dilakukan secara bersama oleh Ketua Majelis Sinode GMIT dan Bupati Kupang. *











