
Foto: Mega Mangggoa
BORONG, www.sinodegmit.or.id – Majelis Klasis Flores Barat menggelar Sidang V Tahun 2026 yang berlangsung di GMIT Ebenhaezer Borong, Manggarai Timur. Persidangan yang dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak Senin (26/1) hingga Rabu (28/1) ini, fokus pada evaluasi pelayanan tahun 2025 dan penetapan program kerja tahun 2026.
Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, dalam Suara Gembalanya menegaskan bahwa persidangan gerejawi pada hakikatnya adalah sebuah ibadah untuk mencari kehendak Allah. Ia mengingatkan para peserta bahwa meskipun dalam persidangan terdapat perbedaan pendapat, setiap keputusan yang diambil merupakan kehendak Tuhan yang wajib dilaksanakan.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Zimrat memberikan penekanan khusus terkait penyusunan program pelayanan. Ia menghimbau agar klasis dan jemaat tidak terjebak pada ambisi kuantitas, melainkan lebih mengutamakan kualitas eksekusi.
“Lebih baik kita berprinsip: putuskan sedikit program tapi mampu dikerjakan sebagai akta syukur, daripada memutuskan banyak program namun tidak mampu dikerjakan semua,” tegas Pdt. Zimrat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan relevansi Sub tema Pelayanan Tahun 2026, yakni “Bersaksi tentang Allah yang Setia di Tengah Dunia yang Luka” (Bnd. Mazmur 89:1–2). Menurutnya, sub tema ini adalah upaya GMIT merefleksikan kesetiaan Allah sebagai benteng harapan di tengah situasi dunia yang sedang menghadapi berbagai krisis. Kesetiaan Allah menjadi sangat bermakna karena Ia hadir tepat di dalam luka dan kerentanan dunia.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Klasis (KMK) Flores Barat, Pdt. Mega Silvia Manggoa, menyampaikan bahwa agenda utama persidangan ini adalah mengevaluasi seluruh capaian pelayanan dan realisasi anggaran tahun 2025.
“Kami mengevaluasi sejauh mana program berjalan, perkembangannya, serta hambatan yang ditemui. Hal-hal tersebut diperbaiki untuk kemudian diputuskan menjadi program pelayanan tahun 2026, tentunya dengan memperhatikan butir-butir rekomendasi persidangan,” ujar Pdt. Mega.
Sementara itu, Ketua Panitia SMK V Flores Barat, Simson Bang, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari tujuh jemaat yang tersebar di wilayah Kabupaten Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Ia berharap persidangan ini tidak sekadar menjadi ajang bernostalgia antar pelayan, tetapi menjadi momentum untuk melaksanakan tugas panggilan dengan penuh tanggung jawab.
Sidang Majelis Klasis Flores Barat tersebut dihadiri oleh Majelis Klasis Harian (MKH) Flores Barat, Anggota Majelis Klasis ex-officio, Badan Pembantu Pelayanan Klasis (BPPK) Flores Barat, Unit Pembantu Majelis Klasis (UP-MK) Flores Barat, Pendeta Non-Ketua Majelis Jemaat, Satuan Pelayanan (Satpel) Pembangunan dan Undangan lainnya. **











