//Tingkatkan Mutu dan Akuntabilitas, Yapenkris Sonaf Honis dan Yapenkris Meusine Latih Kepala Sekolah dan Bendahara SD GMIT

Tingkatkan Mutu dan Akuntabilitas, Yapenkris Sonaf Honis dan Yapenkris Meusine Latih Kepala Sekolah dan Bendahara SD GMIT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, — Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Sonaf Honis dan Yapenkris Meusine Kupang menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah dan Bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD GMIT, di GMIT Center Kupang pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan yang diawali dengan ibadah pimpinan Pdt. Kolsinus K. Benu. Pelatihan strategis ini diikuti oleh 56 Kepala Sekolah Dasar dan 56 Bendahara BOS, serta perwakilan peserta dari SMPK dan SMK. Turut hadir Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, Ketua Badan Pendidikan Sinode GMIT Pdt. Norman M. Benu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kupang Marthen Ardi Rahakbouw, S.Pi., M.Si., serta pengurus, pembina, dan pengawas dari kedua yayasan.

Dalam suara gembalanya, Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Y. Ena Blegur menegaskan komitmen Majelis Sinode Harian GMIT untuk membenahi dan memperkuat pelayanan di bidang pendidikan. Ia menyatakan bahwa gereja dan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, meneladani Yesus Kristus sebagai Guru Agung dan sejarah historis GMIT.

Untuk menjawab tantangan pembiayaan dan ketimpangan kapasitas antarwilayah, GMIT mengacu pada Grand Design Pendidikan GMIT yang berlandaskan empat pilar utama: pemerataan akses, penguatan tata kelola dan akuntabilitas, peningkatan mutu, serta pembentukan karakter Kristiani. GMIT juga berkomitmen memperkuat manajemen finansial, memetakan kondisi sekolah, menghadirkan program guru misionaris, serta merealisasikan sentralisasi gaji guru sesuai amanat Sidang Sinode Sabu periode 2024–2027.

“Harapannya, seluruh jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah, dan tenaga pendidik diberikan keteguhan serta kesetiaan dalam mengemban amanah pelayanan yang mulia ini,” ujar Pdt. Saneb.

Ketua Yapenkris Sonaf Honis, Florince Lumba, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi manajerial kepala sekolah agar pembangunan pendidikan tidak hanya fokus pada kualitas intelektual, tetapi juga memperkuat ciri khas sekolah berkarakter Kristus.

Selain itu, Florince menyoroti pentingnya akuntabilitas dan keabsahan laporan pengelolaan dana BOS oleh bendahara bersama kepala sekolah guna mencegah praktik pembuatan laporan fiktif yang merugikan sekolah.

“Kami harapkan para bendahara dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga dapat melaksanakan tugas pengelolaan keuangan itu dengan baik. Pengelolaan dilaksanakan dengan baik, ada bukti-bukti riil yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran dan kualitas sekolah, tidak seperti laporan-laporan fiktif sehingga kondisi sekolah semakin memprihatinkan,” tegas Florince.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pendalaman materi yang berfokus pada tiga pilar utama, meliputi Grand Design Badan Pendidikan Sinode GMIT, Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah. *