//Tuntas Dibangun Sejak 2011, Gedung Ibadah Jemaat Pniel Laus Ditahbiskan

Tuntas Dibangun Sejak 2011, Gedung Ibadah Jemaat Pniel Laus Ditahbiskan

KUPANG — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menahbiskan Gedung Ibadah Jemaat Pniel Laus, Klasis Kupang Timur, pada Sabtu (24/10/2026). Peresmian sarana ibadah tersebut menjadi momen ungkapan syukur jemaat atas penyelesaian pembangunan yang telah diperjuangkan secara gotong royong sejak tahun 2011.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan dan tarian adat, pembukaan selubung papan nama jemaat, serta penandatanganan prasasti. Setelah penyerahan kunci dari Panitia Pembangunan kepada Majelis Sinode GMIT dan dilanjutkan kepada koster, dilakukan pengguntingan pita serta pembukaan pintu gedung ibadah. Usai kebaktian utama dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan prosesi pelepasan burung merpati dan penanaman anakan pohon di lingkungan sekitar gereja.

Ibadah penahbisan dipimpin oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, selaku pengkhotbah, dan para pendeta GMIT Klasis Kupang Timur sebagai liturgos. Berdasarkan Mazmur 127:1 dan 1 Korintus 3:16-17 dengan tema “Menjadi Rumah Tuhan, Tempat Bersekutu, Bersaksi, dan Melayani”, Pdt. Semuel mengingatkan jemaat bahwa berdirinya gedung megah tersebut merupakan perkenanan Tuhan, bukan sekadar kehebatan manusia semata.

Ia mengajak jemaat menghindari sikap merasa paling berjasa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesucian gereja sebagai bait Allah dari tindakan tercela maupun kepentingan politik kotor.

“Kita harus sadar bahwa kita hanya alat yang dipakai Tuhan. Tangan, kaki, hati, bahkan isi dompet kita hanya dipinjam Tuhan untuk sejarah-Nya, sementara panggung utama tetap hanya milik Tuhan Yesus,” tegas Pdt. Semuel.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Drs. Naftaly Stevenson Huky, berharap gedung ibadah ini menjadi pusat pengembangan potensi warga sekitar.

“Gedung Kebaktian Pniel Laus harus menjadi pusat yang tidak hanya membangun iman, tetapi juga membangun masyarakat. Melalui peran jemaat, pemberdayaan perempuan, pendampingan generasi muda, pengembangan produk pangan lokal, dan usaha kreatif, gereja dapat membantu masyarakat mengenali serta mengembangkan keunggulan wilayahnya,” ujar Naftaly.

Ketua Panitia Pembangunan, Pnt. Amos Nengguisa, menyampaikan bahwa gedung berukuran 12×30 meter ini terwujud atas kerja keras jemaat dari empat rayon. Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Acara peresmian gereja yang dilayani oleh Pdt. Paulina Adu ini turut dihadiri Asisten 3 Bupati Kupang Johardi Selan, Kepala Desa Nunkurus, para anggota DPRD seperti Desi Balo, serta jemaat setempat.