
ALOR, www.sinodegmit.or.od, — Pekan Raya Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) 2026 diselenggarakan di Jemaat GMIT Seydon, Klasis Alor Barat Laut (ABAL). Kegiatan skala sinodal ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 12 hingga 17 Oktober 2026, serta menghadirkan utusan pemuda dari 57 Klasis di lingkup Sinode GMIT.
Mengusung tema “DARE TO BE A LEADER”, “Bertumbuh, Bebuah, Berdampak”, ajang ini dirancang sebagai ruang perjumpaan, pembinaan iman, pengembangan karakter, kewirausahaan, hingga kepedulian sosial bagi generasi muda gereja.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie dalam suara gembalanya, menekankan pentingnya panggilan kepemimpinan dan keberanian bagi pemuda gereja di tengah dinamika masyarakat yang majemuk. Menurutnya, pemuda gereja harus peka dalam menangkap gerakan perubahan serta melangkah di barisan terdepan pelayanan.
“Pemimpin di dalam gereja didorong untuk memiliki keberanian, mengambil posisi terdepan dalam pelayanan, serta peka dalam menangkap gerakan perubahan dan karya Allah di tengah dunia yang majemuk,” ujar Pdt. Semuel.
Ia menambahkan bahwa pemuda gereja diajak menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas GMIT yang berakar kuat pada budaya, sejarah, serta nilai-nilai kebangsaan Indonesia, sembari terus menjaga persatuan di tengah tantangan zaman.
Sementara itu Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemuda GMIT adalah generasi yang memiliki energi besar dan pemikiran brilian. Tugas kita adalah bagaimana bertumbuh, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam organisasi, dan berbuah dengan menghasilkan sesuatu yang berdampak bagi masyarakat.
Wagub Johni juga mengingatkan bahwa tantangan global, termasuk konflik di Timur Tengah, ancaman El Nino, menuntut pemuda GMIT untuk semakin kreatif, serta mampu bekerja sama. Ia menekankan pentingnya pemuda GMIT harus bertumbuh, berbuah dan berdampak dengan mengambil peran dalam menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja di tengah tantangan banyaknya pencari kerja disaat sekarang ini.

Beberapa agenda yang lakukan dalam kegiatan tersebut, seperti “Pemuda Baomong” yang menghadirkan Wakil Gubernur NTT dan Wakil Bupati Alor, sharing pelayanan, pemuridan dan bedah Alkitab, hingga pembahasan isu strategis seperti pencegahan stunting dan mitigasi bencana. Selain itu, terdapat pula sesi refleksi “Dear My Self”, Pentas Seni Rohani, Expo Pemuda, pameran UMKM, bakti sosial, Wisata, Api Unggun, serta Ibadah Penyegaran Iman.
Ketua Panitia Pelaksana Pekan Raya Pemuda Sinode GMIT, Pnt. Obeth Bolang, berharap ajang ini dapat melahirkan spirit baru bagi pelayanan pemuda dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Kami berharap kegiatan ini melahirkan makna iman dan spirit baru bagi pelayanan pemuda,” tutur Obeth.
Melalui momentum ini, pemuda GMIT diharapkan makin kokoh dalam karakter, aktif melayani, dan siap memberikan dampak positif bagi gereja serta masyarakat luas. *











