
Pameran hasil karya siswa SD GMIT Oepura
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, — Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Prisqila Kota Kupang menutup rangkaian kegiatan Festival Bulan Keluarga 2026 yang dipusatkan di GMIT Center Kupang, Rabu (29/10/2026). Perayaan yang mengusung tema “Memulai dengan Langkah Kecil untuk Perubahan Besar” ini melibatkan partisipasi aktif dari 12 Sekolah Dasar (SD) GMIT se-Kota Kupang.
Festival penutupan ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, di antaranya pameran hasil karya siswa, storytelling dalam bahasa Inggris, tari kreasi, lomba fashion show, hingga kuis keluarga.
Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Paula Kapioru-Pattikawa, dalam suara gembalanya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia, pengurus, kepala sekolah, guru, serta orang tua. Menurutnya, kerja sama dan pengorbanan waktu yang diberikan menjadi dorongan moral yang sangat berarti bagi anak-anak.
“Festival ini menjadi wahana strategis bagi Yayasan Pendidikan Kristen Priskila untuk mempererat tali persaudaraan antar-SD GMIT serta memperkokoh kemitraan antara pihak sekolah dan keluarga,” ujar Pdt. Mercy.
Ia juga berharap kegiatan kebersamaan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan demi mengasah potensi, kedisiplinan, dan kepercayaan diri siswa.

Lomba Tari Kreasi
Berbagai karya tangan anak-anak turut menghiasi pameran dalam acara tersebut. Guru SD GMIT Oepura, Amelia Otu, S.Pd., menjelaskan bahwa seluruh barang yang dipamerkan merupakan hasil kreativitas siswa kelas 1 hingga 6. Berbagai kerajinan seperti bunga, salib, tempat pulpen, miniatur rumah, hingga gambar pahlawan yang memuat cita-cita siswa dipajang dengan apik.
Antusiasme tinggi juga dirasakan oleh para peserta didik. Salah seorang siswa kelas 5 SD GMIT Oesapa, Faldy Alfarih Beokliu, mengaku telah mempersiapkan karya seninya dengan penuh semangat sejak pertama kali mendapatkan informasi mengenai penyelenggaraan festival ini.

Lomba Kuis Keluarga
Selain pameran dan perlombaan, momentum penutupan ini juga dimanfaatkan para orang tua dan pengunjung untuk mengapresiasi langsung karya kerajinan tangan siswa. Sejumlah pengunjung tampak mendata serta melakukan transaksi untuk membeli suvenir hasil karya anak-anak, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kreativitas dunia pendidikan sejak usia dini.*











