
OELBITENO,www.sinodegmit.or.id, — Ibadah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno, Klasis Fatuleu, sukses digelar pada Rabu (15/07/2026). Kegiatan bersejarah ini menjadi awal mulainya pembangunan sarana ibadah baru sekaligus simbol penguatan spiritualitas dan kebersamaan masyarakat setempat.
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri oleh Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pdt. Semuel B. Pandie, Bupati Kupang Yosef Lede, Ketua Majelis Klasis Fatuleu Pdt. Meritz J. Nenoliu, unsur Forkopimda Kabupaten Kupang, serta para tamu undangan dan jemaat.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, dalam suara gembalanya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang atas komitmen nyata dalam mendukung kehidupan bergereja dan pembangunan rumah ibadah.
“Sinergi antara pemerintah dan gereja merupakan wujud nyata kebersamaan dalam membangun masyarakat yang beriman, berkarakter, dan sejahtera,” ungkap Pdt. Semuel.
Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk terus bertumbuh dalam iman melalui kehidupan yang berlandaskan kasih, persatuan, dan pelayanan. Menurutnya, gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga wadah pembinaan iman yang mampu membentuk umat agar saling mengasihi, menguatkan, dan menjadi berkat bagi sesama.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen serta semangat gotong royong seluruh jemaat hingga proses pembangunan selesai secara menyeluruh.
“Pembangunan gereja tidak boleh hanya semangat di awal. Kalau hari ini kita sepakat membangun, maka sampai selesai kita juga harus tetap sepakat. Jangan ketika pembangunan berjalan, satu per satu mulai menghilang. Kekuatan kita ada pada kebersamaan,” tegas Yosef Lede.
Bupati menambahkan bahwa bangunan gereja yang megah baru bermakna apabila dipenuhi jemaat yang setia beribadah. Ia mengingatkan bahwa budaya gotong royong merupakan kekuatan utama masyarakat Kabupaten Kupang yang harus terus dipelihara, baik dalam bermasyarakat maupun dalam pelayanan gereja. (Kontributor: Eman P.).











