//Majelis Sinode GMIT Usung Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dalam Konas XIX FKPKB PGI di Papua

Majelis Sinode GMIT Usung Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dalam Konas XIX FKPKB PGI di Papua

RAJA AMPAT, www.sinodegmit.or.id, – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) secara konsisten mengusung program pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai salah satu fokus utama pelayanan. Gagasan tersebut disampaikan dalam ajang Konsultasi Nasional (Konas) XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FKPKB PGI) yang berlangsung di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Konas XIX FKPKB PGI yang diselenggarakan pada 8–12 September 2026 ini mengusung tema “Bapak yang Berakar, Keluarga yang Berbuah” serta subtema “Eklesia Domestika & Pemberdayaan Ekonomi Keluarga”. Forum tingkat nasional tersebut diikuti oleh perwakilan Pria Kaum Bapak dari berbagai sinode gereja di seluruh Indonesia untuk merumuskan peran strategis kaum pria dalam kehidupan keluarga, gereja, dan bangsa.

Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, menyampaikan bahwa GMIT akan berkolaborasi dengan FKPKB PGI dalam program pemberdayaan ekonomi keluarga.

“Agenda pemberdayaan ekonomi keluarga selaras dengan arah pelayanan GMIT periode 2024–2027. Dalam kesempatan tersebut, GMIT memaparkan gagasan kolaborasi bersama pengurus FKPKB PGI untuk mengembangkan sektor peternakan babi guna mendukung ketahanan ekonomi warga serta potensi kuliner khas Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujar Pdt. Saneb pada Rabu (9/9/2026).

Dalam perhelatan tersebut, Majelis Sinode GMIT mengutus enam perwakilan resmi. Delegasi tersebut terdiri atas Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, Bendahara Sinode GMIT Pnt. Yefta Sanam, Ketua UPP Kategorial Majelis Sinode GMIT Pdt. Ferderik Herison Herewila, satu orang Koordinator Wilayah PGI, serta dua orang pengurus Kaum Bapak GMIT.

Forum Konas XIX FKPKB PGI dirancang untuk merespons berbagai persoalan krusial yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti masalah kemiskinan, tengkes (stunting), akses pendidikan, dan pembinaan kerukunan sosial. Melalui sesi berbagi pengalaman (sharing wilayah), para peserta memaparkan praktik baik (best practices) yang telah diterapkan di wilayah pelayanan masing-masing.

Rangkaian kegiatan Konas diisi dengan serangkaian seminar strategis yang membahas isu-isu krusial. Materi seminar meliputi tata kelola ekonomi gereja melalui pembentukan Credit Union, inovasi peternakan babi unggul, pelestarian lingkungan hidup dan dinamika geopolitik, peran pria sebagai imam keluarga, hingga advokasi keadilan bagi masyarakat lemah.

Selain mengikuti penguatan kapasitas melalui seminar, para peserta juga berpartisipasi aktif dalam sidang komisi dan pleno guna merumuskan program kerja organisasi.

Kegiatan pertemuan nasional ini dijadwalkan akan diakhiri dengan agenda ibadah bersama jemaat setempat serta kunjungan wisata.*