//Majelis Sinode GMIT Mutasi Pdt. November Obhetan ke Tarus Barat, Pdt. Weny Ndun ke Jemaat Syalom Kupang

Majelis Sinode GMIT Mutasi Pdt. November Obhetan ke Tarus Barat, Pdt. Weny Ndun ke Jemaat Syalom Kupang

KUPANG,www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memutasikan Pdt. November Obhetan dari Jemaat Syalom Kupang, Klasis Kota Kupang, menuju tempat pelayanan baru di Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat, Klasis Kupang Tengah. Untuk melanjutkan roda pelayanan kepemimpinan di Jemaat Syalom Kupang, Majelis Sinode menetapkan Pdt. Weny Magdalena Ndun sebagai penerus.

Rangkaian acara ibadah pengutusan dan perhadapan tersebut berlangsung di Gereja GMIT Syalom Kupang pada Minggu, 19 Juli 2026. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Jes Marianus R. Djo Naga serta dihadiri oleh Majelis Klasis Kota Kupang, Ketua Majelis Klasis (KMK) Kupang Tengah Pdt. Alfred Waang Sir, para pendeta GMIT, serta presbiter dan jemaat dari kedua gereja terkait.

Dalam ungkapan suara hatinya, Pdt. November Obehetan menegaskan bahwa masa empat tahun pelayanannya di GMIT Syalom Kupang merupakan sebuah pengalaman iman yang sangat besar dan dipenuhi dinamika. Mengawali tugas dengan penuh tanda tanya, ia bersyukur dapat mengakhirinya dengan rasa lega dalam tuntunan Tuhan.

Selama masa kepemimpinannya, ia belajar untuk senantiasa rendah hati, setia pada regulasi gereja—yakni Alkitab dan Tata Gereja—serta memilih untuk tidak membalas berbagai tantangan maupun ujian dengan amarah. Bagi Pdt. November, dinamika dan pergumulan yang terjadi di GMIT Syalom Kupang adalah proses pemurnian dan pemulihan dari Tuhan.

“Ini bukan sekadar berpindah tempat, ini adalah pengalaman iman yang besar yang saya rasakan. Saat saya berdiri di sini empat tahun lalu, penuh dengan tanda tanya. Dan hari ini penuh dengan kelegaan bahwa Tuhan masih menuntun saya,” kata Pdt. November.

Ia juga menaruh harapan besar agar GMIT Syalom terus bertumbuh, mengalami pembaruan, dan konsisten membuka ruang keterlibatan bagi seluruh generasi, khususnya kaum muda yang kaya akan potensi dan talenta.

KMK Kota Kupang, Pdt. Delviana K. Poyck-Snae, dalam suara gembalanya menyampaikan tiga refleksi penting merespons pemindahan dan pengutusan pelayan jemaat ini. Berangkat dari pertanyaan filosofis “Who am I?” (Siapa saya?), ia mengajak jemaat dan pimpinan gereja untuk tidak sekadar “ada” secara eksistensi, melainkan menghidupi esensi dan jati diri sejati sebagai pelayan Tuhan.

Ia mengingatkan agar gereja menghindari perdebatan mengenai “siapa yang terbesar” atau terjebak dalam kompetisi dan label duniawi. Mengutip prinsip Ecclesia reformata, semper reformanda secundum verbum Dei, ditegaskan bahwa gereja beserta para pelayannya harus terus-menerus memperbarui dan mengoreksi diri sesuai dengan Firman Allah.

Pdt. Weny Magdalena Ndun, yang sebelumnya melayani di Jemaat Via Dolorosa Alak, Klasis Kupang Barat, menyampaikan rasa syukurnya atas penetapan dirinya sebagai Wakil Ketua Majelis Jemaat Antar Waktu GMIT Syalom Kupang periode 2024–2027. Meyakini bahwa Tuhan akan memperlengkapinya dalam tugas baru ini, Pdt. Weny memohon dukungan doa dari seluruh jemaat dan presbiter agar dapat melayani dengan hikmat dan rendah hati. Selain itu, ia turut menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian Pdt. November selama memimpin dan melayani di GMIT Syalom Kupang.*