//Resmi Mandiri, Pdt. Sonya Isu Diperhadapkan Melayani Jemaat Betel Fuimelang

Resmi Mandiri, Pdt. Sonya Isu Diperhadapkan Melayani Jemaat Betel Fuimelang

ALOR, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) resmi memandirikan Jemaat Betel Fuimelang di Klasis Alor Tengah Utara, Selasa (15/9/2026). Selain pengesahan kemandirian jemaat yang lepas dari Jemaat Bermata Jemaat Lembur Tengah per 8 Juli 2026, agenda ini ditandai dengan perhadapan Pdt. Sonya Isu, S.Th. sebagai pelayanan Jemaat tersebut.

Ibadah pemandirian tersebut dipimpin oleh Pdt. Sepi M. Hawu dengan mengusung tema perenungan “Berkat dari Rumah Allah yang Mengalir ke Sesama dan Segenap Ciptaan” berdasarkan kitab Kejadian 28:10–22. Dalam khotbahnya, Pdt. Sepi menekankan fungsi utama gereja sebagai rumah doa dan sarana keselamatan.

“Betel adalah rumah doa. Yakub dan kita tidak setia, tetapi Allah tetap setia. Tujuan gereja adalah membawa berita sukacita untuk membawa orang berdosa datang kepada Allah,” ujar Pdt. Sepi.

Ia melanjutkan bahwa Gereja Betel yang dimandirikan harus menjadi berkat yang terus mengalir bagi sesama dan segenap ciptaan.  Hal ini merupakan tanda bahwa Tuhan akan terus bekerja bersama jemaat ini.

Jemaat GMIT Betel Fuimelang tercatat pada saat pemandirian memiliki 406 jiwa anggota jemaat, yang terdiri dari 246 anggota sidi, 91 pasang keluarga yang terikat pernikahan, serta 140 Kepala Keluarga (KK). Sementara pelayanan dipimpin oleh 24 orang Majelis Jemaat dengan sarana fisik berupa satu unit gedung kebaktian.

Wakil Sekretaris Majelis Sinode (MS) GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, dalam suara gembalanya mengingatkan pentingnya kerendahan hati dalam mengelola jemaat yang baru mandiri agar tidak terjebak pada kesombongan kelembagaan.

“Di Babel, manusia berkata ‘marilah kita cari nama’, sedangkan di Betel, Allah yang memberi nama. Jemaat Betel tidak boleh datang untuk mencari nama, tetapi Betel harus mencari Tuhan. Jemaat mandiri adalah jemaat yang sudah bisa mengurus diri sendiri, tetapi tidak boleh hidup untuk diri sendiri,” tegas Pdt. Zimrat.

Ia juga mengingatkan bahwa Jemaat mandiri adalah jemaat yang sudah bisa urus diri sendiri, tetapi tidak boleh hidup untuk diri sendiri. Percayalah bahwa Tuhan akan terus memberkati Jemaat Betel untuk menjadi berkat bagi dunia.

Dukungan datang dari Pemerintah Daerah Kabupaten Alor. Asisten 3 Setda Alor, Marthen G. Maubeka, S.H., menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjalin kolaborasi strategis dengan pihak gereja dalam penanganan persoalan pembangunan daerah.

“Pemerintah turut bersukacita dalam pemandirian ini. Pemerintah akan tetap menjadi mitra strategis bagi gereja dalam melayani jemaat yang juga merupakan bagian dari masyarakat. Berhadapan dengan kemiskinan, stunting, dan keterbatasan infrastruktur, pemerintah terus menjadikan gereja sebagai bagian penting dalam menjalankan tugas bersama ini,” ungkap Marthen.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Alor Iskandar Lakamau, Anggota DPRD Provinsi NTT Astrina Gaidaka, serta Anggota DPRD Kabupaten Alor Yohanis Atamai, S.Pd., dan Ernest T.F. Makoni, S.Sos. Turut hadir pula para Ketua Majelis Klasis dan para pendeta se-Tribuana Alor bersama jemaat setempat.*