
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menahbiskan Gedung Ibadah Jemaat Golgota Alak, Klasis Kota Kupang Barat, pada Minggu (11/10/2026). Peresmian fasilitas ibadah baru ini menjadi wujud nyata komitmen serta perjuangan panjang jemaat bersama berbagai pihak selama lima tahun terakhir.
Prosesi peresmian diawali dengan sapaan adat dan tarian penyambutan bagi para tamu undangan. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama gereja, penandatanganan prasasti, pelepasan burung merpati, serta penyerahan kunci gedung oleh Majelis Sinode GMIT kepada koster untuk membuka pintu gereja secara simbolis.
Ibadah penahbisan tersebut dihadiri oleh Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Barat, para pendeta GMIT, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Camat Alak, Lurah Alak, anggota DPRD Kabupaten Kupang, serta para presbiter dan jemaat GMIT Golgota Alak.
Dalam khotbahnya berdasarkan Kolose 3:18-25, Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie menekankan pentingnya membangun relasi kasih dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Menurutnya, ajaran agama menuntut hubungan yang melebihi relasi natural, di mana kasih mampu menolong pasangan untuk saling memahami dan menerima kekurangan satu sama lain.
“Keadilan merupakan nilai utama yang melekat pada karakter Tuhan. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk membangun relasi yang adil dan berlandaskan kebenaran dalam berinteraksi dengan sesama, sebagaimana teladan Daud yang memilih tidak membalas dendam kepada Raja Saul,” ujar Pdt. Semuel.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengapresiasi selesainya pembangunan fisik gedung gereja tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan tempat ibadah harus diimbangi dengan pertumbuhan iman serta kemajuan sosial masyarakat sekitarnya.
“Gereja harus menjadi mitra strategis pemerintah. Salah satunya adalah membantu pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kita. Tanpa sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, kita tidak akan maju,” kata Johni Asadoma dalam sambutannya.

Ketua Panitia Pembangunan, Christian Baitanu, melaporkan bahwa peletakan batu pertama gedung gereja ini telah dilakukan sejak 7 September 2021 oleh Ketua Majelis Jemaat Golgota Alak. Gedung ibadah tersebut kini berdiri tegak di atas lahan seluas 930 meter persegi berkat kerja keras dan gotong royong seluruh jemaat.
“Dalam perjalanan pembangunan ini, kami merasakan pertolongan Tuhan melalui swadaya jemaat, dukungan pemerintah, dan para donatur. Setelah melalui proses selama kurang lebih lima tahun, kerinduan jemaat akhirnya terwujud dengan berdirinya gedung kebaktian ini,” ungkap Christian.*











