
Sumber Foto: Prokopim Kota Kupang
KUPANG,www.sinodegmit.or.id,— Majelis Jemaat dan Panitia Hari Raya Gerejawi (HRG) GMIT Paulus Kupang, Klasis Kota Kupang beraudiensi dengan Pemerintah Kota Kupang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Rabu (22/7/2026). Pertemuan ini bertujuan memaparkan rencana Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Paulus yang akan digelar pada 31 Juli 2026 mendatang.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, perayaan tahun ini mengusung tema “Mempersiapkan Masa Depan Anak Autis.” Kegiatan ini dirancang untuk mendorong kepedulian bersama serta memperkuat pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kota Kupang.
Ketua Panitia HRG, Adriana Bunna Kalla, S.E., menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini terletak pada persiapan masa depan anak autis, khususnya dalam menghadapi masa transisi menuju usia remaja. Selain itu, pendataan dan kategorisasi yang akurat dinilai penting sebagai fondasi penyusunan layanan edukasi dan pendampingan yang tepat sasaran.
“Kehadiran Pemerintah Kota Kupang dalam kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk dukungan moral sekaligus menguatkan pesan bahwa perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Adriana.
Rangkaian Perayaan Bulan Pendidikan tersebut diproyeksikan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Kupang, Pusat Layanan Autis, para orang tua, hingga tenaga pendidik. Beragam agenda penunjang juga telah disiapkan, mencakup edukasi tumbuh kembang anak, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap ABK, pelayanan pemeriksaan kesehatan, layanan fisioterapi, serta doa bersama.
Pemerintah Kota Kupang menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiatif yang digagas oleh GMIT Paulus. Pemkot menilai ruang edukasi dan pendampingan semacam ini sangat krusial untuk terus dihadirkan secara konsisten di tengah masyarakat.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menegaskan bahwa perhatian terhadap kelompok disabilitas tidak boleh berhenti pada rasa simpati belaka, melainkan harus diwujudkan melalui aksi kolaborasi yang nyata.
“Pemerintah Kota Kupang tentu mendukung penuh kegiatan yang memberikan perhatian kepada teman-teman disabilitas. Edukasi seperti ini sangat penting, bukan hanya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penanganan anak berkebutuhan khusus, tetapi juga untuk menghilangkan stigma yang masih sering mereka hadapi,” kata Serena.
Serena menambahkan, fokus kegiatan Bulan Pendidikan ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Kupang yang inklusif. Melalui kolaborasi ini, setiap anak tanpa memandang kondisi fisik maupun perkembangan dirinya diharapkan memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan kasih sayang, pendidikan, perlindungan, dan kesempatan untuk berkembang.
Audiensi ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Jemaat GMIT Paulus Kupang, Pdt. Apriana Norma Manu-Folla, dan Pdt. Stefanus Makunimau, beserta jajaran panitia. Dari pihak Pemerintah Kota Kupang, hadir mendampingi Wakil Wali Kota yakni Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Ivan Lenny Mila Meha, S.STP., M.M., serta perwakilan dari Dinas Sosial dan Bagian Umum Setda Kota Kupang *.











