//Sinergi GMIT dan UKI: Dorong Mutu Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, hingga Penanganan Stunting di NTT

Sinergi GMIT dan UKI: Dorong Mutu Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, hingga Penanganan Stunting di NTT

Sumber foto: doc. BHP UKI

KUPANG, www.sinodegmit.or.id – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menggelar pertemuan strategis bersama Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta pada Senin (10/8/2026). Pertemuan ini membahas dua agenda utama, yakni skema kerja sama program “UKI Emas” serta perluasan program beasiswa guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Sinode GMIT Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, Rektor UKI Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D., Pembina Yayasan Kasih Bagi Negeri (YKBN) Jesua Un, Dekan FKIP UKI terpilih Dr. Candra Ditasona, M.Pd., serta Badan Pendidikan Sinode GMIT.

Rektor UKI, Prof. Angel Damayanti, menjelaskan bahwa program UKI Emas tidak hanya berfokus pada pengabdian masyarakat, tetapi juga mencakup kolaborasi pendidikan secara komprehensif. Program ini meliputi penguatan manajemen pengelolaan sekolah, penempatan tenaga pendidik, pengiriman mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL), hingga pendampingan pembangunan fasilitas fisik sekolah.

Sementara itu, Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, menegaskan komitmen GMIT untuk terus membuka diri dalam membangun jejaring demi pembenahan mutu pendidikan. Pada kesempatan tersebut, GMIT mendorong UKI untuk melakukan pendampingan di SD GMIT 1 dan SD GMIT 2 Niki-Niki.

Selain itu, GMIT mengharapkan dukungan UKI bagi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang dalam persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran, serta pembentukan program fast track bersama UKAW dan Institut Pendidikan Soe—khususnya untuk program Pascasarjana (S2) pada jurusan yang belum tersedia di Kupang.

Di bidang kesehatan, Fakultas Kedokteran UKI dijadwalkan akan melaksanakan penelitian terkait stunting di Kupang serta menerjunkan dokter dan mahasiswa untuk mendukung pelayanan di Klinik Ume Manekan, Soe.

Pihak UKI menyambut positif berbagai inisiatif tersebut. Dekan FKIP UKI terpilih, Dr. Candra Ditasona, M.Pd., yang memimpin tim pendampingan sekolah GMIT, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berdampak pada kemajuan pendidikan di lingkungan GMIT, tetapi juga memberikan masukan serta umpan balik berharga bagi pengembangan ilmu pendidikan di UKI.

Terkait program beasiswa, kolaborasi ini berlanjut melalui penyediaan beasiswa S1 penuh dari alumni UKI yang disalurkan melalui YKBN, yang nantinya akan kembali mengabdi di sekolah-sekolah GMIT.*