
Kupang, www.sinodegmit.or.id, “Majelis Sinode GMIT menyampaikan terima kasih kepada PGI, PGIW, Jakomkris PBI dan sinode-sinode serta mitra luar negeri, internal GMIT dan individu-individu lainnya. Berkat dukungan tersebut, GMIT berhasil menjalankan misi kemanusiaan lintas agama bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores.” Demikian disampaikan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, di Jemaat Ekklesia Airkom, Klasis Kupang Timur, pada Minggu (25/10/2026).
Ia melanjutkan bahwa Aksi solidaritas ini menjadi wujud nyata bahwa kepedulian kemanusiaan melampaui sekat-sekat perbedaan suku, ras, dan keyakinan. Melalui kerja sama yang erat antarberbagai pihak, GMIT bersama para mitra menegaskan komitmennya untuk terus hadir merawat kehidupan, memulihkan harapan, serta menyebarkan kasih tanpa syarat bagi siapa saja yang sedang mengalami penderitaan.
GMIT mendapat dukungan dari , PGI dan PGIW (Jabar, Kalimantan barat dan aras gereja, Jawa Barat), Sinode-sinode GKI (Ngupasan, di Tanah Papua), Gereja Toraja (BPS, Crisis Center) , GPIB, GKJW, GP Maluku, GK SUMBA (GKS), GPI Luwu (GPIL), Gereja Kristen Abdiel (GKA), Sinode BKPN (Sinode Benua Keriso Protestan Nias), GKST (Klasis Sigi, Klasis Mamosalato, Klasis Beteleme, Klasis Poso Pesisir Utara, Klasis Mahoni Bungku, Klasis Wotu, Klasis Pamona Utara), GK Jawi Wetan Waru (GKJW- Segaran Djanggu Mojokerto, Tulungrejo Batu, Sidasri Malang Jatim, Jemaat Mojokerto, Paniwen), GKSBS (Klasis Bandarjaya, Imanuel Tulung Bawang Barat Lampung, Pronojo Lumajang), HKBP (Kantor Pusat, California – Claremont), Yayasan Presbiteri from Christ Chapel Bo, Uniting word, Mission 21, Jemaat ICFA (Indonesian Christian Fellowship of Adelaide) South Australia, Global Ministry, ST. Andre’s Gardiner Uniting Chruch di Melbourne, Indonesian Christian Felloship of Adelaide South Australia, , Persekutuan Kristen di Denmark, Bank Central Asia, termasuk dukungan dari para Pendeta, individu dan Jemaat/Klasis/sinode GMIT, dan Sekolah-sekola, di GMIT. Terhadap hal ini, Majelis Sinode GMIT menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaga ini untuk mengelola berbagai bantuan secara bertanggung jawab.
Gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores pada tanggal 15 Agustus 2026 dengan kekuatan 7,7 Magnitudo telah memporakporandakan kehidupan anggota jemaat dan Masyarakat terdampak di 7 kabupaten dari 9 kabupaten di Pulau Flores tersebut. GMIT yang ada di Pulau Flores yakni 2 klasis (Flores barat dan Flores Lembata) bersama gereja-gereja dan anggota turut terdampak bencana tersebut. Selain rumah-rumah anggota GMIT yang telah diidentifikasi kerusakan ringan, sedang dan berat, GMIT juga mencatat ada 4 gedung gereja dan 1 sekolah dasar tidak dapat digunakan lagi. Ke-4 gereja tersebut yakni GMIT Ephata Reo, GMIT Pos Pelayanan Bukit Sion Serise, GMIT Ebenhaeser Mbay dan GMIT Imanuel Waelengga. Sedangkan 1 sekolah dasar yakni SD GMIT Getsemani Aimere.
Koordinasi GMIT bersama PGI dan Jakomkris PBI per tanggal 15 Agustus 2026 melalui zoom bersama dengan aktivasi 3 pos terpadu yakni Imanuel Ruteng, Ebenhaeser Bajawa dan Calvary Maumere. Ketiga pos terpadu ini telah membuka saluran komunikasi dengan data terpilah yang bisa diakses secara luas.
Dalam laporan keuangan juga diinformasikan bahwa bantuan yang diterima berupa uang, baik secara tunai maupun melalui Bank hingga 10 Oktober 2026 sebesar Rp. 2.354.871.299, Pengeluaran sebesar Rp. 522,373,869, dan sisa saldo Rp. 1,832,497,430. Pengeluaran tersebut disalurkan untuk menjawab tanggap darurat dari tanggal 15 Agustus sampai tanggal 28 September 2026 melalui beberapa tahap dan jenis bantuan. Tahap pertama melalui 3 pos terpadu yakni logistic (bahan makanan dasar) dan air mineral. Tahap 2 berupa logistic (bahan makanan dasar) dan air mineral, Shelter Kits, hygen kits dan pelayanan Kesehatan dari dokter dan perawat. Tahap 3
Sisa dana tersebut direncanakan untuk melanjutkan tanggap bencana di masa transisi yakni oktober sampai desember 2026 dan terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi di masa pasca bencana. *











