
ALOR, www.sinodegmit.or.id — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menahbiskan gedung ibadah Jemaat Polycharpus Tamanapui, Klasis Alor Tengah Selatan, Kabupaten Alor, pada Rabu (28/10/2026). Penahbisan gereja yang dibangun selama 23 tahun secara swadaya ini dipadukan dengan ibadah syukuran ulang tahun ke-79 jemaat tersebut.
Ibadah pentahbisan dipimpin oleh Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur bersama para Pendeta GMIT Klasis Alor Tengah Selatan. Prosesi diawali dengan tarian penyambutan secara adat, penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, serta penyerahan kunci dari Panitia Pembangunan kepada Majelis Sinode. Selanjutnya, kunci diserahkan kepada koster untuk membuka pintu gereja dan mempersilakan seluruh jemaat masuk beribadah.
Pdt. Saneb Blegur menerima gedung tersebut secara simbolis dari Ketua Majelis Jemaat Polycharpus Tamanapui kemudian menahbiskannya.
Dalam suara gembalanya, Pdt. Saneb Blegur menyampaikan apresiasi mendalam atas kegigihan dan gotong royong jemaat yang berlatar belakang profesi beragam, seperti petani kemiri, kunyit, hingga vanili. Ia menegaskan bahwa setelah pembangunan fisik selesai, fokus utama jemaat harus beralih pada pembinaan rohani di era modern.
“Jika sebelumnya fokus diarahkan pada penyelesaian fisik bangunan gereja, kini tugas utama jemaat adalah merawat persekutuan batiniah, membangun tubuh Kristus secara rohani, serta menjaga kerukunan antarsesama,” ujar Pdt. Saneb.
Ia menambahkan bahwa Majelis Sinode GMIT terus mendorong pemberdayaan ekonomi jemaat berbasis potensi sumber daya alam yang subur di Alor Tengah Selatan, sekaligus memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak sebagai generasi penerus.
Gedung berukuran 12×25 meter ini berhasil dirampungkan melalui dana swadaya jemaat yang mencapai Rp1.993.561.050. Adapun Jemaat Polycharpus Tamanapui yang berdiri sejak 28 Oktober 1947 ini memiliki 383 jiwa dari 86 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 6 rayon.
Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, Rangkaian acara peresmian diakhiri dengan aksi penanaman pohon. Gerakan ini merupakan bagian dari misi program GMIT 2024–2027 untuk mencanangkan penanaman satu juta pohon pada tahun 2027, sekaligus menjadi simbiose pelestarian alam bagi seluruh warga jemaat. *











