//Majelis Sinode GMIT Gelar Rakor Evaluasi Pelayanan Semester I Tahun 2026 di Kupang

Majelis Sinode GMIT Gelar Rakor Evaluasi Pelayanan Semester I Tahun 2026 di Kupang

KUPANG,www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengevaluasi Pelayanan Semester I Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 3–5 Agustus 2026, bertempat di Aula GMIT Center, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Agenda ini dihadiri oleh jajaran Majelis Sinode Harian, Anggota Majelis Sinode GMIT Bidang Hukum, Badan Pembantu Pelayanan (BPP) Sinode, serta Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Sinode GMIT.

Dalam Suara Gembalanya saat membuka kegiatan, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, menegaskan bahwa rakor ini merupakan wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi, menyelaraskan alur kerja, dan mempertanggungjawabkan pelayanan antar-unit. Beliau menggarisbawahi pentingnya Haluan Kebijaksanaan Umum Pelayanan (HKUP) sebagai instrumen kunci menerjemahkan visi gereja ke dalam tindakan operasional yang terarah.

“Pentingnya kerangka evaluasi terstruktur yang mencakup evaluasi konteks, masukan (input), proses, hingga hasil dan dampak (outcome dan impact). Evaluasi konteks diperlukan untuk memastikan program lahir dari kebutuhan riil jemaat, sementara evaluasi input menilai kecukupan SDM, anggaran, fasilitas, dan potensi kemitraan antar-unit,” ujar Pdt. Semuel B. Pandie.

Memasuki pemaparan laporan, Sekretaris BPP Pendidikan Sinode GMIT, Pdt. Yulius Mau Wadu, menjelaskan bahwa pada Tahun Pelayanan 2026 pihaknya mengelola 18 program pelayanan—15 program dijalankan mandiri dan 3 program berkolaborasi dengan UBB. Dari total program tersebut, 1 kegiatan seperti Perayaan Bulan Pendidikan telah selesai, 10 kegiatan sedang berproses melalui metode Training of Trainers (TOT) hingga intervensi gaji serta perekrutan guru, dan 7 kegiatan tersisa akan dilaksanakan pada Semester II. Pdt. Yulius juga menyoroti kendala validitas data, respon Yapenkris, serta pentingnya pembenahan hubungan antara Yapenkris, Klasis, dan Jemaat.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Pengelolaan Aset dan Pemberdayaan Ekonomi (BPAPE) Sinode GMIT, Pdt. Markus Leunupun, memaparkan kemajuan optimalisasi aset fisik. Di Lahan Petuk, telah dibangun kandang ayam dan babi bermitra dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk penyediaan bibit. Sementara di Lahan Mata Air, dilakukan pengeboran sumur bor dan pembangunan rumah penggilingan. Selain itu, terdapat pembangunan rumah pakan serta inisiasi bioflok di Pastori TDM, serta pengalihan manajemen mandiri untuk Lahan Loli.

Rangkaian Rapat Koordinasi Majelis Sinode GMIT ini dijadwalkan masih terus berlanjut hingga Rabu, 5 Agustus 2026, guna merumuskan langkah taktis pelayanan semester berikutnya. (*)