//Majelis Sinode GMIT Resmikan Gedung Gereja Imanuel Siuf, Amarasi Timur

Majelis Sinode GMIT Resmikan Gedung Gereja Imanuel Siuf, Amarasi Timur

Foto: Pace F. Balukh

AMARASI TIMUR,www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) mentahbiskan Gedung Gereja Imanuel Siuf yang terletak di Klasis Amarasi Timur, pada Minggu (2/8/2026). Peristiwa bersejarah ini menandai berakhirnya pergumulan panjang jemaat setempat dalam menghadirkan tempat ibadah yang baru.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan selubung papan nama jemaat serta penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan penyerahan kunci gedung dari panitia pembangunan kepada Majelis Sinode GMIT, yang kemudian diteruskan kepada koster untuk membuka pintu gereja. Prosesi dilanjutkan dengan pengguntingan pita secara bersama oleh Majelis Sinode Harian GMIT dan Bupati Kupang, Yosef Lede, sebelum jemaat memasuki gedung untuk melangsungkan ibadah syukur.

Ibadah penahbisan tersebut dipimpin oleh Pdt. Ariance Oktoviana Molbang-Naitasi, berdasarkan kitab Nehemia 1:1–11. Dalam khotbahnya, pemulihan fisik gedung gereja dimaknai selaras dengan pemulihan spiritual dan sosial jemaat. Keindahan altar ibadah diharapkan berbanding lurus dengan kepekaan empati, keteguhan integritas, serta keterlibatan aktif warga gereja dalam kehidupan berbangsa. Gedung baru ini diposisikan sebagai tempat bersekutu dan “rumah doa” untuk mempergumulkan persoalan bangsa dan sesama.

Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, dalam suara gembalanya menyampaikan harapan agar kehadiran gedung gereja baru Immanuel Siuf mampu menjadi ruang edukasi yang memancarkan damai sejahtera dan kerukunan nyata. Mengaitkan momentum ini dengan suasana Bulan Kebangsaan, ia menegaskan pentingnya refleksi iman warga negara untuk hidup rukun dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Kami mengimbau para pelayan dan pemimpin gereja untuk melangkah lebih jauh dari sekadar sikap kritis, yakni dengan memberikan solusi konkret serta keteladanan nyata di tengah jemaat,” ujar Pdt. Lay Abdi K. Wenyi.

Ia juga mendorong kemandirian ekonomi daerah, salah satunya melalui optimalisasi potensi komoditas asam lokal di wilayah Amarasi Timur, seraya memuji fasilitas interior, tata cahaya, dan sound system gereja yang sangat representatif.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Kupang menekankan bahwa fungsi gedung gereja tidak terbatas pada sarana ibadah ritual semata, melainkan juga harus menjadi rumah berkat serta pusat edukasi bagi generasi muda dan pendidikan anak usia dini. Mengutip nas pembimbing Yeremia 29:7, Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah kabupaten dan pihak gereja demi kesejahteraan masyarakat. Kemeriahan acara ditutup dengan interaksi hangat dan pemberian apresiasi kepada pemuda jemaat yang berhasil menghafalkan ayat pembimbing tersebut.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Majelis Klasis Amarasi Timur Pdt. Marsel Toean, para pendeta GMIT, jajaran pimpinan OPD Kabupaten Kupang, Camat Amarasi Timur Anita Nautani, S.STP., Kapolsek Amarasi Timur, Kepala Puskesmas Pakubaun, para kepala sekolah, serta para kepala desa se-Kecamatan Amarasi Timur. * (Kontributor: Pace F. Balukh)