
Kotolin-TTS, www.sinodegmit.or.id, Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menahbiskan Gedung Ibadah Jemaat Imanuel Kot`olin, Klasis Amanuban Timur Selatan pada Selasa (25/8/2026).
Penahbisan ini menjadi puncak dari proses panjang pembangunan gedung gereja yang memakan waktu selama 20 tahun dengan total anggaran mencapai Rp3,5 miliar.
Rangkaian acara prosesi penahbisan diawali dengan penyambutan para tamu undangan melalui tarian daerah dan natoni. Acara dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama gereja oleh Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur Selatan, Pdt. Meryanti Wehelmina Frare, bersama Penjabat Kepala Desa Kot’olin.
Prosesi berlanjut pada penandatanganan prasasti oleh Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M. S. Karmany, pelepasan burung merpati, penyerahan kunci pintu gedung, serta pengguntingan pita. Kunci gedung kemudian diserahkan kepada koster untuk membuka pintu gereja dan mempersilahkan jemaat masuk untuk beribadah.
Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa gedung megah yang berdiri saat ini merupakan buah perjuangan lintas generasi yang berakar pada kesaksian iman jemaat.
“Hari ini kita saksikan sebuah kesaksian iman, bukan hanya soal bangun gedung. Firman yang diberitakan harus menjadi pedoman dan kado utama dalam penahbisan ini, karena tanpa firman maka sia-sia,” tegas Pdt. Zimrat.
Ia juga berpesan agar Jemaat Imanuel Kotolin terus menjaga serta memperteguh persekutuan agar tidak mudah terpecah pasca-penahbisan. Ia menekankan agar gedung gereja tersebut senantiasa terbuka luas bagi semua jemaat sebagai tempat bersekutu dan memberitakan firman Tuhan.

Dalam khotbahnya berdasarkan Efesus 2: 19-22, Pdt. Yulian Widodo berbicara tentang “Dibangun Menjadi Bait Allah Yang Kudus.” Ia mengingatkan jemaat agar tidak hanya berfokus pada kemegahan fisik bangunan semata, melainkan pada keteguhan hati jemaat yang bersekutu.
“Bangunan fisik jangan jadi fokus, melainkan hati orang-orang yang bersekutu. Bangunan boleh bagus, tetapi kalau orang-orang yang bersekutu di dalamnya tidak satu hati, maka ini kesia-siaan. Kita bangun gedung ini, tetapi sesungguhnya Allah sementara membangun iman jemaat Imanuel sebagai Bait-Nya yang Kudus,” ujar Pdt. Yulian dalam khotbahnya.
Diinformasikan bahwa Jemaat tersebut dilayani oleh Pdt. Imelda F. Nokas Sayuna, S.Th, dengan jumlah jiwa Jumlah 2. 853 (620 KK) yang tersebar di 29 rayon. *











