
Foto: Pace F. Balukh
KUPANG BARAT,www.sinodegmit.or.id, – Jemaat GMIT Talitakumi Nitneo, Klasis Kupang Barat, menggelar Ibadah Syukur untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-4, pada Jumat (24/7/2026). Perayaan tahunan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan pelayanan serta komitmen pertumbuhan iman bagi seluruh warga jemaat.
Ibadah syukur tersebut mengusung tema “Bertumbuh dan Berakar di Dalam Dia” yang merujuk pada Kitab Kolose 2:6-7. Firman Tuhan dipimpin oleh Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, yang mengingatkan jemaat untuk senantiasa berjalan, berakar, dan dibangun di dalam Kristus.
Dalam perenungannya, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi menggunakan kiasan dari dunia pertanian (rhizoo / berakar) dan arsitektur (epoikodomeo / dibangun). Ia menekankan bahwa layaknya akar pohon yang tak terlihat namun menentukan kehidupan tanaman, kedalaman iman jemaat menjadi kunci utama untuk menjaga gereja tetap teguh menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ia juga mengajak warga jemaat menjadikan perayaan ini sebagai dorongan untuk tumbuh dalam kasih, kekudusan, dan pelayanan, serta meneladani semangat jemaat mula-mula dalam menjaga kerukunan.
Dukungan terhadap keberadaan gereja ini turut disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Kupang, Yesaya Lanus, S.H., menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan spiritual, moral, serta karakter masyarakat.
Yesaya Lanus menilai GMIT Talitakumi Nitneo telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memelihara kedamaian dan menumbuhkan semangat gotong royong. Pihaknya menghimbau jemaat untuk terus mendidik generasi muda dalam nilai-nilai Kristiani serta aktif berpartisipasi dalam program pembangunan di tingkat desa dan kecamatan demi mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan religius.
Momen perayaan ini juga diwarnai dengan pembacaan kilas balik sejarah gereja oleh Pnt. Saryati Apaut. Ia menyampaikan bahwa jemaat di Desa Nitneo dibentuk dari keberagaman lima suku besar masyarakat Timor. Setelah kurang lebih satu abad menjadi bagian pelayanan GMIT Elim Bolok, warga berinisiatif membentuk mata jemaat mandiri pada Mei 2022.
Melalui hibah tanah dari keluarga Apaut serta gotong royong warga dan donatur, rumah ibadah semi permanen berhasil dibangun. Nama “Talitakumi” (berarti “Bangunlah”) diambil dari Injil Markus 5:41. Berdirinya jemaat diresmikan pada 24 Juli 2022 dan disahkan melalui SK Majelis Sinode GMIT, dengan penetapan Pdt. Ema M. M. Bria Tualaka, S.Th. sebagai pendeta definitif pertama. Hingga tahun 2026, jemaat mencatat pertumbuhan dari 70 menjadi 79 Kepala Keluarga (KK), dengan total 345 jiwa, serta perluasan rayon pelayanan dan pengorganisasian kegiatan sakramen secara rutin.
Acara syukur ini dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh gereja, antara lain Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Kupang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Absalom Buy, S.Pd., Camat Kupang Barat, serta Kepala Desa Nitneo, Desa Kuanheum, dan Desa Bolok.
Turut hadir pula Ketua Majelis Klasis (KMK) Kupang Barat Pdt. Doddy S. Oktavianus, KMK Sabu Timur Pdt. John Mozes Wadu Neru, para pendeta se-Rayon 3 Kupang Barat, serta Majelis Jemaat dan seluruh warga GMIT Talitakumi Nitneo.*











