
Ketua Badan Pendidikan Sinode GMIT, Pdt. Norman M. Nenohai saat menyerahkan hadiah uang tunai dan piala kepada Selena N.S. Gerimu, juara 1 lomba solo tingkat TK, Rabu (29/7) di Aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi (Sumber Foto: tribuanapos.net/dm)
KALABAHI,www.sinodegmit.or.id, – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi pendidikan Kristen di Kabupaten Alor melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan re-branding sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Majelis Sinode GMIT Bidang Pendidikan, Pnt. Dr. Fredrik Abia Kande, dalam suara gembalanya pada acara Penutupan Perayaan Bulan Pendidikan GMIT 2026 lingkup Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Pingdoling Alor di Aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi, Rabu (29/7/2026).
Dalam sambutannya, Pnt. Fredrik memberikan apresiasi atas konsistensi Yapenkris Pingdoling Alor yang terus melakukan inovasi pendidikan. Ia menyoroti pentingnya Kebijakan Re-Branding Jilid IV yang menetapkan sekolah unggulan serta pembaruan tata kelola lembaga.
“Kita tidak cukup mengubah nama sekolah. Yang harus dibangun adalah kualitas guru, sistem pendidikan, budaya belajar, dan karakter peserta didik,” ujar Fredrik.
Ia menambahkan, Sinode GMIT juga tengah merancang program sentralisasi tata kelola dan gaji guru yayasan yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028 demi meningkatkan kesejahteraan pendidik.

Anggota Majelis Sinode GMIT Bidang Pendidikan, Pnt. Dr. Fredrik Abia Kande saat menyampaikan suara gembala (Sumber Foto: tribuanapos.net/dm)
Penutupan perayaan yang berlangsung selama sembilan hari (21–29 Juli 2026) ini ditandai dengan penyerahan piala dan hadiah uang tunai kepada para pemenang ajang kreasi siswa. Lomba-lomba tersebut meliputi ajang minat bakat seperti lomba story telling berbahasa Inggris dan lomba bernyanyi solo dari tingkat TK hingga SMA. Di antaranya, Selena Neve Sandrine Gerimu berhasil meraih Juara 1 Lomba Solo Tingkat TK.
Ketua Yapenkris Pingdoling Alor, Mando Kolimon, S.Pd., menyampaikan bahwa rangkaian Bulan Pendidikan merupakan momentum penting bagi pembaruan lembaga.
“Re-branding bukan sekadar mengganti wajah sekolah. Ini adalah gerakan pembaruan yang menyentuh tata kelola, budaya sekolah, kualitas layanan, inovasi pembelajaran, hingga penguatan identitas sekolah GMIT agar semakin unggul dan profesional,” ujar Mando. Dukungan penuh turut disampaikan Pemerintah Kabupaten Alor melalui Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Martinus De Porres Djeo, S.IP.
Ia menyebut sekolah GMIT sebagai mitra strategis daerah dalam mencerdaskan masyarakat. Martinus secara khusus menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing sejak dini.
“Kalau anak-anak SD sudah mampu berbahasa Inggris dengan baik, itulah re-branding pendidikan yang sesungguhnya. Ini akan menjadi kekuatan sekolah GMIT untuk bersaing,” ungkapnya. *











