
AMFOANG UTARA, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memekarkan Jemaat Bermata Jemaat Kampung Lama Gunung Timau (Noelbesnoni) dalam wilayah pelayanan Klasis Amfoang Utara pada Rabu (16/9/2026). Peristiwa bersejarah ini ditandai pula dengan ibadah perhadapan Pdt. Nikodemus Selan, S.Th. sebagai pelayan di jemaat yang baru mekar tersebut.
Proses pemekaran ini mencakup tiga mata jemaat, terhitung sejak 29 Mei 2026, yakni Mata Jemaat Betlehem Nefononi, Bethania Noeltoko, dan Eklesia Besinapit yang membentuk Jemaat Bermata Jemaat Kampung Lama Gunung Timau.
Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa pemekaran bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada warga jemaat. Pelayan Tuhan diimbau untuk berani keluar dari zona nyaman serta menjadikan tindakan nyata—bukan sekadar kata-kata dalam khotbah—sebagai ukuran utama keberhasilan pelayanan.
“Jemaat akan selalu mengenang bagaimana mereka disapa, dilayani, dan dikasihi melalui kehadiran pendeta yang aktif membangun relasi dari rumah ke rumah,” ujar Pdt. Lay Abdi K. Wenyi.
Ia juga mendorong gereja untuk memberikan perhatian penuh pada pendidikan dan pengembangan bakat anak-anak, sehingga gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah hari Minggu, melainkan pusat pengharapan dan pembentukan masa depan generasi muda.
Jemaat tersebut pada saat pemekarannya memiliki 872 jiwa (162 KK), 515 anggota sidi, 106 pasangan nikah, 39 anggota majelis jemaat, serta 3 unit gedung kebaktian. Secara administratif, jemaat Bermata Jemaat Kampung Lama Gunung Timau (Noelbesnoni) berpusat di Mata Jemaat Betlehem Nefononi.
Acara tersebut diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt.Tafri Flansianus Lona. Dalam khotbahnya berdasarkan Kitab 1 Raja-raja 17:7-24, ia menekankan bahwa pemeliharaan Tuhan tidak bergantung pada fasilitas maupun kelimpahan materi.
“Keberhasilan pelayanan tidak boleh diukur dari kenyamanan fisik semata, melainkan dari keyakinan bahwa di mana Tuhan mengutus, di situ Ia pasti bekerja dan membuka jalan. Penempatan ini merupakan wujud kepercayaan Allah yang harus disambut dengan sukacita dan kebersamaan,” tegas Pdt. Tafri.
Sementara itu, Pdt. Nikodemus Selan, S.Th dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pimpinan gereja serta memohon dukungan seluruh elemen jemaat dalam menjalankan tugas perutusannya.
“Terima kasih kepada Majelis Sinode GMIT dan Majelis Klasis Amfoang Utara yang telah mengatur penempatan ini dengan baik. Kami memohon dukungan seluruh jemaat agar dapat melaksanakan pelayanan dengan baik di medan yang baru ini,” ungkap Pdt. Nikodemus.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Klasis Amfoang Utara Pdt. Yakob P. R. Mooyressa, para pendeta se-Klasis Amfoang Utara, serta jemaat setempat.*











