
KUPANG,www.sinodegmit.or.id,— Yayasan Kasih Bagi Negeri (YKBN) bersama Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta melaksanakan kunjungan strategis ke Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (30/8/2026). Pertemuan ini digelar dalam rangka memperluas jejaring kemitraan, meningkatkan eksistensi UKI di kawasan Indonesia Timur, serta memperkuat sinergi dengan GMIT.
Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKMA) UKI, Daisy Natalia Souhuwat, S.E., M.M., serta Pembina Yayasan YKBN, Jesua Un. Rombongan disambut langsung oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, beserta jajaran dari Badan Pendidikan Sinode GMIT dan Badan Diakonia GMIT.
Melalui pertemuan strategis ini, kedua pihak menyepakati sejumlah rencana kolaborasi multidimensi. Fokus utama kerja sama mencakup pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM); penyediaan program beasiswa bagi putra-putri daerah NTT; hingga pelaksanaan program Merdeka Belajar, magang, KKN, serta pemberdayaan masyarakat. Selain itu, UKI berkomitmen mendampingi sekolah-sekolah di bawah naungan GMIT dalam perbaikan manajemen pengoperasian, perbaikan fasilitas fisik, serta penyediaan pembinaan karakter bagi para mahasiswa.
Kepala BKMA UKI, Daisy Natalia Souhuwat, menegaskan komitmen UKI untuk terus memelihara hubungan baik yang telah terjalin dan membuka kesempatan belajar seluas-luasnya bagi calon mahasiswa asal NTT.
“Hubungan GMIT dan Universitas Kristen Indonesia sangat luar biasa. Terima kasih karena Bapak dan Ibu sekalian tetap menjalin kerja sama dengan kami di UKI. Kami masih membuka selebar-lebarnya kesempatan jika ada mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di UKI tahun ini,” ujar Daisy.
Respon positif disampaikan oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie. Ia menyambut baik komitmen UKI, khususnya terkait penyediaan jenjang pendidikan tingkat lanjut dan peningkatan mutu pendidikan daerah.
“Terima kasih karena ada program magister dan doktor. Pendidikan itu tidak memandang agama, jadi harus lanjut terus demi mencerdaskan bangsa. Kunci itu yang kita miliki bersama melalui kolaborasi ini,” ungkap Pdt. Semuel.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, menekankan pentingnya memanfaatkan momentum bulan pendidikan untuk mengeksekusi langkah konkret di lapangan, seperti pembenahan tata kelola sekolah target.
“Warga kita menanti aksi nyata yang berkaitan dengan konsentrasi kita pada dunia pendidikan. Jika satu atau dua sekolah bisa segera dieksekusi pembenahannya dalam momen ini, hal itu akan menjadi berkat nyata bagi masyarakat,” tutur Pdt. Lay Abdi.

Sejak tahun 2024, GMIT telah mengirimkan mahasiswa untuk menempuh studi S-1, S-2, dan S-3 di UKI melalui program beasiswa penuh. Para mahasiswa tersebut memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan Program Studi Pendidikan Fisika, Biologi, Kimia, Matematika, Bahasa Inggris, serta Bimbingan dan Konseling. Saat ini, dua lulusan program S-2 telah menyelesaikan studi mereka dan kembali mengabdi di NTT.
Kunjungan strategis ini diakhiri dengan prosesi penyerahan plakat penghargaan dari pimpinan UKI Jakarta kepada pimpinan Sinode GMIT sebagai simbol komitmen, keakraban, dan awal dari kemitraan yang berkelanjutan demi kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur.*











