
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, — Jemaat GMIT Imanuel Kukak, Klasis Sulamu memulai tahapan pembangunan gedung gereja baru melalui prosesi peletakan batu pertama pada Kamis, 17 September 2026.
Prosesi ibadah peletakan batu pertama tersebut dipimpin oleh Pdt. Naomi Henukh Sodakain. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Jhony Asadoma; Ketua Majelis Klasis Sulamu, Pdt. Jeferson Bagaihing; Ketua dan Sekretaris BPAPE Sinode GMIT, Pdt. Yunus Kay Tulang dan Pdt. Markus Leunupun; Anggota DPRD Provinsi NTT, Fernando O. Soares dan Jan Pieter Windy; serta Bupati Kupang yang diwakili oleh Kadis Perindag Kabupaten Kupang, Adriel Charles Abineno. Selain itu, hadir pula jajaran pendeta se-Klasis Sulamu, Sekcam Sulamu Jhon Richard, Kapolsek Sulamu, dan tamu undangan lainnya.
Dalam suara gembalanya, Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, menyampaikan apresiasi atas kebersamaan serta dukungan pemerintah dan jemaat. Beliau menekankan penggunaan istilah “peletakan batu-batu pertama” sebagai simbol keterlibatan kolektif seluruh unsur jemaat dan pelayan. Batu tersebut melambangkan penyerahan hati serta ungkapan sukacita bersama dalam memulai pembangunan.
Pdt. Zimrat mengutip ilustrasi dari buku Anthony de Mello tentang tiga pekerja bangunan agar pelayanan gereja tidak dipandang sebagai beban atau sekadar mengejar imbalan, melainkan sebuah panggilan iman. Beliau juga membandingkan filosofi Menara Babel yang berorientasi pada kesombongan manusia dengan Betel sebagai tempat penyataan Allah.
Ia juga mengajak jemaat untuk menjaga komitmen awal agar seluruh proses berjalan sesuai kehendak Tuhan hingga selesai demi kemuliaan-Nya.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Jhony Asadoma, mengingatkan jemaat agar pembangunan gereja tidak hanya berfokus pada fisik. Pembangunan gedung yang megah harus sejalan dengan kehidupan gereja yang aktif dan memberi manfaat nyata bagi umat. Ia meminta agar aktivitas di gereja tidak hanya berlangsung pada hari Minggu saja.
“Jangan cuma hari Minggu kita datang ke gereja. Setiap hari harus ada kegiatan di gereja. Silakan pendeta mengatur kegiatan, sehingga gereja yang sudah dibangun dengan baik ini benar-benar bermanfaat bagi banyak orang,” tegas Jhony.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Imanuel Kukak, Pdt. Aris Isai Hotti, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut.
“Kami bersyukur kepada Sang Pemilik Pelayanan ini, Sang Kepala Gereja, Yesus Kristus Tuhan. Bersyukur untuk semua kasih dan kebaikan-Nya yang terjadi di hari kemarin dalam acara peletakan batu pertama gedung gereja di GMIT Imanuel Kukak Klasis Sulamu. Ada begitu banyak kekurangan dan kelemahan, tetapi Tuhan menolong sehingga boleh selesai,” ungkap Pdt. Aris.
Seluruh rangkaian acara tersebut menandai langkah awal jemaat Imanuel Kukak dalam rangka menghadirkan tempat ibadah baru sebagai pusat persekutuan serta pelayanan. *











