//Monev Progres Kelompok Kain Perca Syalom Nisum

Monev Progres Kelompok Kain Perca Syalom Nisum

Foto: Markus Leunupun

Retraen-Amarasi Selatan,www.sinodegmit.or.id., Majelis Sinode GMIT melalui Badan Pengelolaan Aset dan Pengembangan Ekonomi (BPAPE) dan Mission 21(M21) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Kelompok Kain Perca Syalom Nisum, Klasis Amarasi Selatan, pada Selasa (22/10).

Kelompok tersebut telah mengikuti Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi yang diadakan oleh BPAPE dan Mission 21 (M21) pada 1-2 Juli 2024 di Unit Bahasa dan Budaya Sinode GMIT. Setelah pelatihan, mereka kembali dan mengembangkan usaha mereka.

Menurut Ketua BPAPE, Pdt. Yunus Kay Tulang pelatihan tersebut membawa dampak yang baik bagi pengembangan ekonomi di Jemaat Syalom Nisum.

“Ada nilai tambah dari pelatihan yang telah diikuti. Demikian juga bantuan mesin jahit yang diterima telah dimanfaatkan dengan baik. Hasilnya dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan pendapatan Jemaat setempat,” kata Pdt. Yunus.

Salah satu anggota Kelompok, Demince Subu bersyukur untuk pelatihan tersebut bagi kelompok mereka karena menambah pendapatan ekonomi. Ia bisa menjahit kain, tas dan membuat aneka perhiasan seperti kalung dan anting. Ia berharap ada peningkatan pelatihan kain perca dengan produk terbaru dan adanya tempat etalase untuk memasarkan hasil produk. Tetapi ada juga hambatan yang mereka temui.

“Kami kesulitan memperoleh bahan baku dan modal usaha,” ungkap Demince.

Ketua Majelis Jemaat Syalom Nisum, Pdt. Ina Rona Ndun-Naat membenarkan hambatan tersebut. Ada juga hambatan lain yang ditemui yakni pemasaran hasil produk kelompok.

Namun sejauh ini ia mengapresiasi kinerja kelompok tersebut, sebab mereka mengawalinya dari inisiatif sendiri, kemudian mengajak jemaat lainnya untuk terlibat. Ia berharap kegiatan tersebut terus berjalan.

Sementara itu Ketua Majelis Klasis Amarasi Selatan, Pdt. Papi A. Ch. Zina berharap BPAPE terus mengawal kerja kelompok binaan seperti, baik pelatihan sampai pemasarannya.

“Semoga kelompok binaan seperti ini menjadi mandiri dan berdaya guna untuk jemaat yang lain. Kita juga harus mempersiapkan pasar sehingga produk yang dibuat dapat dijual,” kata Pdt. Papi.

Anggota Kelompok Kain Perca Syalom Nisum terdiri dari 6 orang, antara lain: Luisa Lomi Ga, Demince Subu, Jumiati Runesi, Ningsi Tulic, Aranci Siki, Alex Ndoen.

Hadir juga dalam monev tersebut Sekretaris BPAPE Pdt. Markus J. Leunupun dan Tim Livelihood Security 2024 dari M21.

Selanjutnya monev akan dilaksanakan di Kelompok-kelompok Binaan M21 di Klasis Amarasi Barat, Fatuleu Timur, Amanatun Utara, Amanatun Selatan dan Kupang Tengah. ***