
Foto: Pace F. Balukh
AMARASI,www.sinodegmit.or.id,– Setelah mendedikasikan diri selama 7 tahun 2 bulan, Pdt. Sherli Tatibun-Pattipeilohi mengakhiri masa tugas pelayanannya di Jemaat GMIT Ebenhaezer Buatam, Klasis Amarasi Barat. Ibadah pengutusan dan perhadapan yang berlangsung di jemaat ini menandai transisi kepemimpinan jemaat kepada Pdt. Adriani Elisabeth Timuneno-Amnifu yang dilaksanakan pada Kamis (16/4).
Pdt. Sherli Tatibun kini mendapatkan tugas baru (mutasi) ke Jemaat Hosana RSS Liliba, Klasis Kota Kupang Timur. Pergantian ini bukan sekadar rotasi organisasi, melainkan simbol keberlanjutan estafet pelayanan di lingkungan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).
Bendahara Majelis Sinode GMIT, Pnt. Yefta Sanam, dalam suara gembalanya menekankan pentingnya keseimbangan peran seorang pendeta saat ditempatkan di tengah jemaat. Ia mengapresiasi kinerja Pdt. Sherli yang dinilai berhasil membangun relasi emosional yang kuat selama tujuh tahun terakhir.
“Ketika seorang pendeta ditempatkan di suatu jemaat, ada tiga peran: yakni sebagai seorang gembala, pemimpin, dan keluarga. Tidak hanya pelayanan firman, tetapi aspek kepemimpinan organisasi dan menjadi keluarga bagi jemaat sangat penting agar ada keseimbangan,” ujar Pnt. Yefta Sanam.
Beliau juga berpesan agar setiap pelayan Tuhan mampu meninggalkan “warisan spiritual” dan cerita baik di setiap tempat mereka bertugas, bukan menjadi pendeta weekend.
Dalam sambutan perpisahannya, Pdt. Sherli menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Tuhan Yesus serta dukungan dari Majelis Sinode dan Klasis. Ia secara khusus menyapa jemaat yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya.
“Terima kasih kepada para mitra dan seluruh jemaat untuk kebersamaan dan dukungan selama masa pelayanan di jemaat ini,” ungkap Pdt. Sherli.

Foto: Pace F. Balukh
Untuk melanjutkan tongkat estafet di Ebenhaezer Buatam, Majelis Sinode menempatkan Pdt. Adriani Elisabeth Timuneno-Amnifu. Sebelumnya, Pdt. Adriani telah melayani selama 5 tahun di Jemaat GMIT Pelita Oelpetu, Klasis Mollo Timur.
Dalam sapaan perdana kepada jemaat barunya, Pdt. Adriani mengajak seluruh elemen gereja untuk mendukung pelayanan dan berkolaborasi dalam iman.
“Mari kita hidup bersama, berjalan bersama, dan melayani bersama,” ajak Pdt. Adriani dalam sambutannya.
Ibadah pengutusan dan perhadapan dipimpin oleh Pdt. Noverrikus D. Maufa.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Klasis Mollo Timur dan Amarasi Barat, Pemerintah setempat, para Pendeta GMIT serta seluruh jemaat setempat. *











