
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, – Koperasi Konsumen (Kopsen) Kasih Sejahtera Utama (Kasema) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) V tahun buku 2025 di GMIT Center Kupang, Sabtu (28/3/2026). Selain memilih dan menetapkan pengurus dan pengawas periode 2026–2031, rapat ini menjadi momentum krusial bagi Kopsen Kasema untuk mempertegas perannya sebagai pilar kemandirian ekonomi jemaat di bawah naungan Sinode GMIT.
Hingga saat ini, Kopsen Kasema telah melayani 467 anggota dengan total aset mencapai Rp4.459.631.427. Sebagai salah satu Badan Pembantu Pelayanan Sinode Berbadan Hukum Negara (BP2SBHN), koperasi ini menjalankan empat pilar usaha strategis guna memberdayakan ekonomi rakyat: Sektor Riil: Melalui pelatihan dan pendampingan usaha anggota; Simpan Pinjam: Penyediaan modal usaha dengan bunga rendah; Pertokoan: Menyediakan sarana produksi pertanian/peternakan serta sembako di pedesaan; Pemasaran: Memfasilitasi jaringan distribusi produk anggota ke konsumen.
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, dalam suara gembalanya menekankan pentingnya kemandirian gereja yang ditopang oleh badan pelayanan, seperti Kopsen Kasema, Yayasan Alfa Omega dan lainnya.
“Kami kira pendekatan yang tepat, melalui pemberdayaan kuat dengan cara-cara yang kreatif, akan mewujudkan kemandirian tersebut serta menolong gereja untuk kuat di tengah tantangan ekonomi sekarang ini. Kami berharap Kasema bisa menjadi salah satu koperasi yang memberikan ruang baru dalam hal ini,” ujar Pdt. Semuel.
Sementara itu, Ketua Pengurus Kopsen Kasema, Pdt. Markus Y. Leunupun, mengajak seluruh pendeta dan jemaat untuk menjadikan koperasi sebagai gerakan bersama. Ia berencana melakukan ekspansi dengan membuka cabang di berbagai klasis untuk memperluas jangkauan pemberdayaan.
“Kita sadar bahwa solidaritas penguatan ekonomi paling kuat saat ini adalah koperasi karena di koperasi kita saling membantu, menopang, dan bersama-sama bergandengan tangan. Anggota akan hidup sejahtera bila disiplin dalam menyimpan dan meminjam sebagai anggota aktif,” tegas Pdt. Markus.
Di tengah persaingan koperasi di NTT, Kasema berkomitmen tetap berdaya saing melalui pola kerja sama proaktif dengan pihak luar. Dalam RAT ini, agenda utama mencakup pembahasan realisasi kerja tahun 2025, penetapan RAPB 2026, serta pemilihan pengurus dan pengawas untuk periode 2026-2031.
Sebagai langkah strategis operasional, kantor Kopsen Kasema direncanakan akan berpindah lokasi dari Manulai ke Kantor Sinode GMIT guna meningkatkan aksesibilitas pelayanan.
Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Puskopdit Bekatigade Timor, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, serta anggota koperasi. *











