
Foto: Rio Kuman
SOE, www.sinodegmit.or.id,— Keluarga besar Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berdukacita atas meninggalnya Pdt. Siliato Yusardy Taosu, S.Th., pada Senin (30/3) di Rumah Sakit Siloam Kupang akibat sakit yang dideritanya. Almarhum yang wafat pada usia 45 tahun 8 bulan tersebut telah dikuburkan di kediamannya di Soe pada Rabu (1/4).
Lahir di Oenasi (Soe) pada 15 Juli 1980, Pdt. Siliato mengabdikan hidupnya sebagai pelayan Tuhan sejak ditahbiskan dan diangkat menjadi karyawan GMIT pada tahun 2008. Perjalanan pelayanannya dimulai di Jemaat Haunomaten, Klasis Amanuban Timur (2008-2013), kemudian berlanjut ke Jemaat Tuakole, Klasis Soe (2014-2018), dan terakhir di Jemaat Imanuel Soe, Klasis Soe (2020-2023).
Karena kondisi kesehatan yang menurun, mendiang sempat menjalani masa cuti perawatan pada tahun 2025. Terhitung mulai 1 Januari 2026, Majelis Sinode GMIT memberikan status pensiun dini kepada almarhum agar dapat berfokus pada pemulihan kesehatannya.
Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dalam suara gembalanya memberikan apresiasi tinggi terhadap integritas almarhum. Ia menegaskan bahwa masa sakit yang panjang tidak menyurutkan semangat pelayanan Pdt. Siliato, melainkan menjadi kesaksian iman yang hidup.
“Penyakit boleh melemahkan tubuhnya, tetapi tidak pernah berhasil melemahkan imannya,” tegas Pdt. Saneb.
Beliau menambahkan bahwa penderitaan fisik almarhum merupakan bentuk persekutuan yang dalam dengan Kristus. Pdt. Saneb juga berpesan agar seluruh jemaat dan rekan pelayan meneruskan api semangat serta warisan pelayanan yang telah ditinggalkan oleh almarhum.

Foto: Rio Kuman
Kepergian Pdt. Siliato meninggalkan duka bagi sang istri, Pdt. Agnes Sipora Kase, S.Th., serta para jemaat yang pernah digembalakannya. Sepriana Nomseo, salah satu anggota jemaat, mengungkapkan kekagumannya atas ketabahan almarhum yang tetap menjadi berkat melalui tulisan-tulisan iman yang bernas meski dalam keterbatasan fisik.
“Perjuangan panjang itu telah selesai. Tidak ada lagi rasa sakit, tidak ada lagi pengeluhan. Kesabaranmu menanggung penderitaan sangat luar biasa,” ungkap Sepriana penuh haru.
Kebaktian penguburan berlangsung di Jemaat Batu Karang Nonohonis – Klasis SoEyang dipimpin oleh:
Pdt. Simeon Liubana, S.Th – KMK Fatule’u Timur (Pengkhotbah) dan Pdt. Shierly Apriani Natalya Fanda, S.Th – KMJ Betel Enomatani – Klasis Amanuban Tengah Utara (Liturgos). *











