//MAJELIS SINODE GMIT PERHADAPKAN TIMPEL PESPARAWI DAN PADUAN SUARA FAMILIA DEI

MAJELIS SINODE GMIT PERHADAPKAN TIMPEL PESPARAWI DAN PADUAN SUARA FAMILIA DEI

Kupang, www.sinodegmit.or.id, – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memperhadapkan Panitia Tim Pelayanan (TimPel) Pesparawi GMIT dan Tim Pelayanan (TimPel) Paduan Suara Familia Dei Sinode GMIT. Acara perhadapan tersebut berlangsung dalam kebaktian Minggu di Gedung Ibadah GMIT Kota Baru, Klasis Kota Kupang, Minggu (14/6/2026).

Langkah strategis ini menandai dimulainya persiapan ajang Pesparawi GMIT yang baru pertama kali diadakan secara sinodal sejak gereja ini berdiri, dan direncanakan berlangsung pada bulan Oktober 2026 di GMIT Center Kupang.

Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa kegiatan akbar tersebut bertujuan untuk membangun persekutuan antar-57 klasis serta komunitas-komunitas yang memiliki talenta bernyanyi untuk menyembah Allah. Selain menjadi wadah perjumpaan, ajang ini juga dirancang untuk memberikan edukasi kepada jemaat-jemaat bahwa puji-pujian yang dinaikkan sesungguhnya merupakan khotbah yang hidup.

Pdt. Saneb menaruh harapan besar agar panitia yang telah diperhadapkan tidak sekadar mengejar keberhasilan seremonial semata, tetapi mengutamakan kedalaman substansi spiritualitas di atas urusan administratif.

“Panitia yang telah dibentuk jangan hanya berfokus pada suksesnya aspek teknis pelaksanaan Pesparawi semata. Lebih dari itu, panitia diharapkan mampu mempersiapkan materi nyanyian dengan matang agar gaung dan nilai spiritualitas dari kegiatan ini dapat memberikan dampak rohani yang luas serta positif bagi seluruh jemaat di lingkungan GMIT,” tegas Pdt. Saneb Y. Ena Blegur.

Kebaktian perhadapan tersebut dipimpin oleh Pdt. Ekawaty Wacana Nenobais–Lily dengan mengacu pada kitab I Korintus 3:1-9. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan jemaat agar tidak menjadi manusia duniawi yang terjebak dalam perpecahan dan fanatisme berlebihan terhadap figur tertentu, atau yang dalam dunia psikologi dikenal dengan istilah Celebrity Worship Syndrome. Sebaliknya, melalui analogi pertumbuhan iman, ia mengajak seluruh jemaat untuk saling menghargai peran sesama dalam pelayanan. Ia juga mengutip pernyataan Rasul Paulus mengenai aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan, guna menekankan pentingnya mengakui peranan Allah serta kontribusi orang lain karena tidak ada seorang pun yang dapat meraih keberhasilan seorang diri tanpa bekerja sama.

“Melalui timpel ini Bapak/ Ibu, saudara/i diberi kesempatan untuk terlibat dalam pekerjaan menanam, kerjakanlah sungguh-sungguh bagian ini. Jika kita terlibat dalam pekerjaan menyiram, kerjakanlah juga sungguh-sungguh bagian itu!” pesan Pdt. Ekawaty dalam khotbahnya.

Untuk menyukseskan agenda sinodal tersebut, kepengurusan Tim Pelayanan Pesparawi GMIT kini resmi dinakhodai oleh Jeffry Edward Pelt, S.H. selaku Ketua Umum, didampingi Pdt. Norman M. Nenohai, M.Si. sebagai Ketua Pelaksana, Dr. Maryon Daniamaputra Pattinaja sebagai Wakil Ketua 1, Gabriel Manoe, S.E. sebagai Wakil Ketua 2, dan Pdt. Ferderik H. Herewila, S.Th. sebagai Wakil Ketua 3. Pergerakan roda organisasi ini juga didukung oleh Pdt. Jehezkiel Pinat, M.Th. selaku Sekretaris 1, Pdt. Yulita Y. Zina – Lero, S.Th. selaku Sekretaris 2, Pdt. Leny H. F. Mansopu, M.Th. selaku Bendahara, serta diperkuat oleh sejumlah anggota yang tersebar ke dalam berbagai seksi kerja.

Secara beriringan, struktur kepengurusan Tim Pelayanan Paduan Suara Familia Dei Sinode GMIT juga telah ditetapkan untuk memperkuat pelayanan musik gerejawi. Tim ini dipimpin oleh Ghodlief Agustaf Elmus Amnifu sebagai Ketua, didampingi Dian Ekawati Septory selaku Sekretaris, dan Inger Sufia Adelina Pasumain selaku Bendahara.

Selain itu, teknis musikal dan kualitas vokal paduan suara ini akan dipercayakan sepenuhnya kepada Robert R. G. Toumeluk yang bertindak sebagai Conductor sekaligus Pelatih, dengan dibantu oleh anggota tim lainnya yang berkomitmen untuk menyukseskan visi pelayanan puji-pujian tersebut. *