//Camp Pemuda GMIT Klasis Sulamu IV di Desa Pitay: Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

Camp Pemuda GMIT Klasis Sulamu IV di Desa Pitay: Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

Foto: Ariel Geraldo Tanao

KUPANG,www.sinodegmit.or.id, — Camp Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Sulamu Ke-4 Tahun 2026 resmi dilaksanakan di Jemaat Zaitun Pitay, Harak, Desa Pitay. Kegiatan ini berlangsung dari Selasa, 30 Juni 2026, hingga Jumat, 3 Juli 2026. Tema yang diangkat dalam pertemuan ini adalah “Rooted and Rising in Christ” (Berakar dan Bertumbuh dalam Kristus). Rangkaian acara dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Lelin Itha Fointuna-Ndun.

Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, dalam suara gembalanya menegaskan posisi pemuda sebagai generasi yang dipanggil Allah untuk hidup berakar kuat di dalam Kristus dan bertumbuh menjadi saksi-Nya. Di tengah tantangan zaman yang kompleks, ia mengingatkan agar iman kaum muda tidak dibangun berdasarkan tren sesaat.

“Pemuda adalah generasi yang dipanggil Allah untuk hidup berakar kuat di dalam Kristus dan bertumbuh menjadi saksi-Nya di tengah tantangan zaman yang kompleks. Iman yang kokoh tidak dibangun berdasarkan tren sesaat, melainkan melalui kedekatan hubungan pribadi dengan Tuhan yang terwujud nyata dalam tindakan,” kata Pdt. Lay.

Ia melanjutkan bahwa spiritualitas kaum muda tidak boleh menjauh dari realitas bumi. Kaum muda diajak untuk aktif mengembangkan dan mengelola potensi alam yang melimpah—baik di sektor kelautan (laut), pertanian (lahan), hingga ekologi dan pariwisata (gunung)—sebagai bentuk tanggung jawab iman dan mandat budaya dalam menghadirkan berkat bagi sesama.

Dukungan terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Kupang, Kain Maus. Menurutnya, acara ini merupakan instrumen penting bagi pembinaan karakter dan kapasitas kepemimpinan generasi muda di tingkat daerah.

”Kegiatan ini merupakan wadah penting untuk pembinaan iman, pembentukan karakter, serta pengembangan kepemimpinan bagi generasi penerus gereja dan bangsa,” kata Kain Maus dalam sambutannya.

Kain Maus menambahkan bahwa di tengah perkembangan zaman yang dinamis, generasi muda dihadapkan pada tantangan nyata seperti pengaruh pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, krisis nilai dan moral, ancaman narkoba, hingga tekanan sosial lainnya. Berbagai hal tersebut dinilai berpotensi mengikis iman dan karakter pemuda, sehingga kehadiran Camp Pemuda ini dinilai strategis untuk memperkuat dasar iman serta menanamkan nilai-nilai Kristiani yang kokoh.

Ketua Pemuda Klasis Sulamu, Ariel Geraldo Tanao, S.Ab., menyampaikan bahwa Camp Pemuda Klasis Sulamu dengan tema “Rooted and Rising to Christ” menjadi momentum untuk kembali meneguhkan iman, memperdalam persekutuan, dan membangkitkan semangat pelayanan.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan hati yang terbuka, sukacita yang penuh, dan kerinduan yang besar untuk bertumbuh dalam firman Tuhan. Kiranya melalui camp ini, setiap pemuda semakin berakar kuat di dalam Kristus, bertumbuh dalam karakter yang serupa dengan Kristus, serta berani melangkah membawa terang dan harapan di mana pun berada,” ujar Ariel.

Selama pelaksanaan camp, panitia menyelenggarakan beberapa jenis kegiatan. Agenda yang dilaksanakan antara lain ibadah talkshow, serba-serbi Alkitab, Talent Night, Kebaktian Penyegaran Iman (KPI), dan acara api unggun.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Majelis Klasis Sulamu, Majelis Jemaat Zaitun Pitay, Pemerintah Desa Pitay, para peserta dari jemaat-jemaat yang ada di Klasis Sulamu. * (Kontributor: Ariel Geraldo Tanao)