
TIMOR TENGAH SELATAN, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) bersama DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT meresmikan Rumah Pembibitan Asam di Klasis Amanuban Selatan, tepatnya di Jemaat Silo Toifau, pada Senin (24/8/2026). Sebanyak 10.000 bibit asam disediakan di rumah pembibitan kelima hasil kolaborasi kedua lembaga ini untuk memperkuat kemandirian ekonomi jemaat sekaligus menanggulangi krisis iklim.
Acara peresmian diawali ibadah bersama pimpinan Pdt. Margaretha Paling dan dihadiri Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie, Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo, Asisten II Setda Kabupaten TTS Agnes Linda S. Fobia, Anggota DPRD Provinsi NTT Reny Marlina Un, akademisi Prof. Dr. Ir. Zet Malelak, Ketua Majelis Klasis (KMK) Amanuban Selatan Pdt. Yorim Y. Kause, KMK Soe, KMK Mollo Barat, KMK Amarasi Selatan, para Pendeta GMIT, pemerintah desa dan Jemaat setempat.
Dalam suara gembalanya, Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie menekankan pentingnya berpikir praktis dan berbasis realitas lapangan dalam mengelola potensi daerah. Ia mengajak jemaat untuk memfokuskan perhatian pada keunggulan komoditas lokal spesifik guna menggerakkan perekonomian warga.
Ia mendorong pembagian fokus wilayah, seperti Sabu dengan potensi kelapa dan gula kelapa, Timor dan Alor dengan tanaman hortikultura (asam, kopi, rambutan), hingga peternakan sapi di Mollo.
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa gerakan ini mendirikan rumah bibit mandiri dari hulu untuk menyediakan puluhan ribu bibit pohon produktif secara berkelanjutan.
“Penanaman pohon produktif, seperti pohon asam timor, dipandang bukan lagi sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi kehidupan jangka panjang untuk menghadapi ancaman krisis iklim, kekeringan, dan krisis air demi masa depan generasi mendatang,” tegas Winston Rondo.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten TTS melalui Asisten II Setda TTS, Agnes Linda S. Fobia. Menurutnya, pemilihan tanaman asam sangat tepat dengan karakter wilayah Amanuban Selatan yang kini menghadapi fluktuasi cuaca ekstrem dan fenomena pancaroba. Penyiapan tanaman produktif yang bernilai ekonomi serta tahan iklim ekstrem menjadi solusi adaptif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat setempat, Pdt. Marlon Foeh, mengungkapkan bahwa pendirian rumah pembibitan mandiri ini berakar dari pengalaman Camp Pemuda Klasis Amanuban Selatan Tahun 2026. Kala itu, bantuan bibit pinang yang diterima tidak cocok dengan kondisi geografis wilayah setempat. Pemuda dan jemaat akhirnya berinisiatif memproduksi bibit asam sendiri.
Bibit yang diproduksi di Klasis Amanuban Selatan ini nantinya dibagikan kepada jemaat dan ditanam di lahan GMIT seluas 4 hektar di Desa Enoneten. Program pembibitan ini diharapkan dapat menopang perekonomian 302 KK jemaat yang tersebar di Jemaat Silo Toifau dan Tilon Kaka.

Pelaksanaan di Amanuban Selatan ini menambah deretan rumah pembibitan yang sebelumnya telah sukses didirikan di Klasis Amfoang Selatan, Klasis Amarasi Selatan, dan Klasis Semau. Capaian produksi bibit dalam kerja sama GMIT dan GAMKI NTT terus menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, sebanyak 10.000 anakan diproduksi di Klasis Amabi Oefeto Timur, dan pada tahun ini jumlahnya ditingkatkan secara drastis dengan penambahan target menjadi 25.000 anakan. *











