
Ketua Yapenkris Pingdoling Alor, Mando Kolimon, S.Pd saat membuka Ajang Kreasi Siswa di Aula SMA Kristen 1 Kalabahi, Rabu (22/7). Foto: tribuanapos.net/
KALABAHI, ALOR,www.sinodegmit.or.id,— Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Pingdoling Alor bersiap menggelar rangkaian kegiatan Perayaan Bulan Pendidikan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Tahun 2026. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juli 2026, yang dipusatkan di Aula SMA Kristen 1 Kalabahi, Kabupaten Alor.
Perayaan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat mutu serta meningkatkan semangat Pendidikan Kristen GMIT di wilayah Kabupaten Alor. Mengusung prinsip pemuridan dan pengembangan kapasitas, perayaan tersebut bakal melibatkan sedikitnya 400 guru, 48 kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMA, pendeta se-Teritori Tribuana, serta para siswa sekolah GMIT.
Ketua Yapenkris GMIT Pingdoling Alor, Mando Kolimon, S.Pd, menjelaskan bahwa Perayaan Bulan Pendidikan GMIT tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah GMIT untuk terus setia membangun pendidikan Kristen yang bermutu dan berpusat pada nilai-nilai Kristiani.
“Dengan melakukan yang baik dan tetap setia, seluruh warga sekolah GMIT saling mendukung sehingga sekolah-sekolah GMIT akan terus berkembang dari masa ke masa menuju satu tujuan besar, yaitu kemajuan dan kemuliaan pendidikan Kristen GMIT,” ujar Mando.
Program Strategis: Pelatihan hingga Ajang Kreasi Siswa
Yapenkris Pingdoling merancang sejumlah program prioritas yang berfokus pada peningkatan kompetensi dan pengembangan bakat. Rangkaian acara diawali dengan Pawai Karnaval Sekolah GMIT serta Bakti Jemaat ke Sekolah GMIT.
Untuk jajaran pendidik, panitia menyelenggarakan Pelatihan Kepala Sekolah yang berfokus pada manajemen dan tata kelola sekolah GMIT, serta Pelatihan Guru yang menekankan pada administrasi dan perangkat pembelajaran mendalam. Selain itu, para Pendeta GMIT se-Teritori Tribuana akan mengikuti sesi Pembekalan dan Sharing Pelayanan selaku Penilik Rohani Sekolah GMIT.
Sesi pembekalan rohani ini menghadirkan narasumber dari jajaran pimpinan gereja, antara lain Ketua Majelis Sinode GMIT yang membawakan materi Kebijakan Majelis Sinode GMIT di Bidang Pendidikan Kristen, Badan Pembantu Pelayanan (BPP) Pendidikan GMIT mengenai Tata Kelola Pendidikan, serta Anggota Majelis Sinode Bidang Pendidikan terkait Peran dan Tugas Pokok Penilik Rohani Sekolah.
Bagi para siswa, diselenggarakan Ajang Kreasi Siswa yang memperebutkan Piala Ketua Majelis Sinode GMIT. Lomba yang dibuka meliputi Story Telling (SD dan SMP), Text Procedure (SMA), Tari Kreasi (SD, SMP, SMA), serta Solo (TK). Puncak rangkaian perayaan ditandai dengan Ibadah Syukur dan Peluncuran (Launching) Sekolah Unggul GMIT.
“Kami bersyukur karena ada dukungan yang luar biasa dari Majelis Sinode GMIT terhadap pendidikan di Kabupaten Alor. Melalui ajang ini, anak-anak diberikan ruang untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka di bidang seni dan bahasa,” lanjut Mando.
la menambahkan bahwa seluruh perlombaan dikemas dalam satu wadah besar bernama Ajang Kreasi Siswa Sekolah GMIT, yang diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik.
Yapenkris Pingdoling mengelola total 48 satuan pendidikan yang terdiri atas 8 TK, 35 SD, 3 SMP, dan 2 SMA di wilayah tersebut. *











