
Momen pembacaan akta emeritasi Pdt. Merah D. A. Leky oleh Pelayan Pdt. Saneb Y. Ena Blegur. Sumber foto: Kominfo GMIT
KUPANG, www.sinodegmit.or.id, — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) resmi memberhentikan dengan hormat Pdt. Merah Dewi Agustina Leky, S.Th., sebagai karyawan GMIT penuh waktu dari seluruh tugas pelayanan karena memasuki usia purnabakti (emeritasi) terhitung 17 Agustus 2026. Momen penutupan masa pelayanan ini ditandai melalui Ibadah Emeritasi sekaligus Serah Terima Jabatan yang berlangsung di Jemaat Horeb Perumnas, Klasis Kota Kupang, pada Minggu (6/9/2026).
Lahir pada 17 Agustus 1966, Pdt. Merah Leky mengawali panggilannya di GMIT sejak tahun 1996 dan menjalani masa pelayanan 30 tahun. Kebaktian emeritasi tersebut dipimpin oleh Pdt. Emr. Samuel V. Nitti, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dan Pdt. Maria Monalisa Dethan.
Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa peralihan kepemimpinan gerejawi tidak boleh dinilai sekadar agenda formalistis.
“Saya ingin mengajak kita untuk memaknai peristiwa-peristiwa ini sebagai sebuah pengakuan iman gereja, sebagai sebuah komitmen gereja untuk terus membangun pelayanan, baik secara organisme dalam tugas-tugas panggilan pemberitaan, maupun tugas-tugas organisatoris. Allah yang memanggil setiap orang dalam ladang pelayanan adalah Allah yang senantiasa menuntun sampai akhirnya,” ujar Pdt. Saneb.
Pelayanan Pdt. Merah Leky melintasi sembilan wilayah—mulai dari Bilba Selatan, Rote Timur, Buka Dale, Oemofa Utara, Airkom, Tarus Barat, hingga Horeb Perumnas—merupakan bukti penyertaan Allah (kairos).
Dalam sambutannya, Pdt. Merah Leky menuturkan rasa haru atas pemeliharaan Tuhan selama tiga dekade mengarungi berbagai tantangan pelayanan.
“Karena Tuhan bersama-sama dengan saya melewati masa-masa dalam pelayanan, ada rasa bangga bahwa saya bisa mengakhiri. Jika saya menoleh ke belakang, rasa haru tak terhingga atas kasih Tuhan yang besar,” ungkap Pdt. Merah.
Selama masa pelayanannya Ia menyaksikan bagaimana GMIT terus berkembang dari waktu ke waktu, yang mendorong dirinya untuk terus belajar mengembangkan serta menempatkan diri dalam tugas pelayanan, di mana seluruh pencapaian tersebut diakuinya semata-mata karena kasih Tuhan yang tak terhingga.

Untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Jemaat Horeb Perumnas, Majelis Sinode GMIT memperhadapkan Pdt. Maria Monalisa Dethan yang sebelumnya bertugas di Jemaat Betlehem Oesapa Barat, Klasis Kota Kupang Timur.
Dalam sambutan perdananya, Pdt. Maria memohon dukungan serta kerja sama dari seluruh majelis dan warga jemaat agar dapat menjalankan serta melanjutkan roda pelayanan dengan baik. *











