//Perjuangan Bertahun-Tahun Umat Pantar Timur Berbuah Manis, Majelis Sinode GMIT Tahbiskan Gereja Elim Modebur

Perjuangan Bertahun-Tahun Umat Pantar Timur Berbuah Manis, Majelis Sinode GMIT Tahbiskan Gereja Elim Modebur

PANTAR TIMUR, www.sinodegmit.or.id — Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) secara resmi mentahbiskan Gedung Gereja GMIT Elim Modebur yang terletak di wilayah Klasis Pantar Timur, Kabupaten Alor, pada Jumat (10/7/2026). Penahbisan gedung gereja ini menjadi momen bersejarah sekaligus wujud nyata dari perjuangan, doa, dan gotong royong warga jemaat setempat selama bertahun-tahun.

Rangkaian prosesi penahbisan diawali dengan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama gereja, serta pengguntingan pita. Setelah prosesi simbolis tersebut, pintu gedung gereja dibuka secara resmi untuk menyambut umat yang masuk dan melaksanakan ibadah syukur bersama.

Sejumlah tokoh dan pimpinan gereja turut hadir dalam acara ini, di antaranya Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, Ketua Majelis Klasis (KMK) Pantar Timur Pdt. Very C. Nenot’ek-Bang, serta KMK Alor Barat Daya Pdt. Doni Sarlito Duka. Selain pimpinan gereja, acara ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Alor Yustus Abora beserta deretan tamu undangan lainnya.

Dalam ibadah penahbisan, Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Y. Ena Blegur menyampaikan refleksi firman yang diangkat dari kitab Efesus 2:19-22. Ia menguraikan gambaran mengenai bangunan gereja yang tersusun dari batu-batu yang berbeda, namun disatukan menjadi satu bait Allah yang kudus.

“Gereja merupakan persekutuan (koinonia) sejati, tempat orang-orang dengan berbagai perbedaan rela dibentuk dan disatukan oleh Kristus sebagai batu penjuru,” ujar Pdt. Saneb dalam khotbahnya.

Beliau juga menegaskan bahwa gedung Gereja Elim Modebur yang baru ditahbiskan ini merupakan “khotbah yang tidak terucap” mengenai bagaimana seluruh umat Tuhan seharusnya hidup bersama dalam kesatuan dan kehangatan persekutuan.

Pembangunan tempat ibadah ini menyimpan kisah perjuangan panjang warga jemaat Elim Modebur yang berada di daerah terpencil dan jauh dari pusat kota. Akses transportasi yang sulit serta medan terjal tidak menyurutkan semangat jemaat. Seluruh elemen masyarakat—mulai dari kaum bapak, ibu, pemuda, hingga anak-anak sekolah minggu—terlibat aktif memindahkan bahan bangunan dan bergotong royong mendirikan gedung tersebut.

Salah seorang jemaat, Ones Olang, menyampaikan rasa syukurnya atas peresmian gedung baru ini. Ia menekankan bahwa momentum penahbisan tersebut bukan sekadar acara seremoni semata, melainkan menjadi tonggak sejarah baru bagi pelayanan umat di wilayah Pantar Timur.

“Momentum pentahbisan ini bukan sekadar menjadi seremoni, melainkan menjadi tonggak sejarah yang menandai dimulainya babak baru pelayanan Gereja GMIT Elim Modebur, dan gedung yang ditahbiskan ini dipersembahkan sepenuhnya untuk kemuliaan Tuhan Yesus,” kata Ones Olang.

Ia juga berharap agar sarana ibadah ini menjadi tempat bagi umat untuk bertumbuh dalam iman, mempererat persekutuan, dan melahirkan para pelayan gereja yang siap diutus ke tengah masyarakat. Diharapkan pula GMIT Elim Modebur dapat terus menjadi saluran berkat bagi jemaat dan lingkungan sekitarnya.

Kemeriahan dan kehangatan acara sudah terasa sejak sehari sebelum acara puncak. Pada Kamis (9/7/2026), warga jemaat Elim menyambut para tamu undangan dengan tarian adat serta tradisi Lego-Lego. Rangkaian acara dilanjutkan dengan Ibadah Penyegaran Iman yang dipimpin oleh Pdt. Vrinsen Yoda Resa Nawa.

Semangat toleransi dan kebersamaan juga tampak menonjol selama kegiatan berlangsung. Dukungan (tahula) mengalir tidak hanya dari jemaat gereja se-Klasis Pantar Timur, tetapi juga dari keluarga muslim di daerah tersebut yang datang berbondong-bondong untuk menyukseskan rangkaian acara penahbisan ini.*